‎Kolaborasi dengan BRIN, Purnamasidi Gelar Bimtek Olahan Minuman Berbasis Ubi Jalar di Jember

‎JEMBER, Kabarjelas.com – Anggota DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi pada Masyarakat (PKPRIM) di Hotel Luminor Jember, Sabtu (14/3/2026).

‎Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelaku usaha mikro, masyarakat, dan pegiat pengolahan pangan lokal yang antusias mempelajari inovasi pengolahan minuman berbasis ubi jalar sebagai produk bernilai ekonomi.

‎Dalam sambutannya, Purnamasidi menegaskan pentingnya menghadirkan hasil riset yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, terutama untuk mendorong pengembangan usaha berbasis potensi pangan lokal.

‎“Melalui kolaborasi dengan BRIN ini kita ingin memastikan inovasi hasil penelitian bisa sampai kepada masyarakat dan memberi manfaat ekonomi bagi pelaku usaha,” ujarnya.

‎Ia menilai komoditas pertanian seperti ubi jalar memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah jika didukung teknologi pengolahan yang tepat.
‎Sementara itu, peneliti dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Wawan Agustina hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.

‎Dalam pemaparannya, Wawan menjelaskan bahwa ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup melimpah di Kabupaten Jember. Data produksi menunjukkan daerah ini menghasilkan sekitar 13.112 ton ubi jalar pada tahun 2022.

‎Menurutnya, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai produk inovatif, khususnya minuman olahan yang memiliki peluang pasar cukup besar.

‎“Ubi jalar tidak hanya menjadi bahan pangan tradisional, tetapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk minuman seperti sirup, jus, smoothie, hingga minuman instan,” jelasnya.

‎Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan produksi minuman berbasis ubi jalar, mulai dari proses persiapan bahan baku, pengolahan, hingga teknik pemanasan dan pengemasan agar produk aman dikonsumsi dan memiliki daya simpan lebih lama.

‎Selain pemaparan materi, kegiatan juga diwarnai sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta aktif menanyakan berbagai hal teknis terkait proses produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran bagi usaha skala rumah tangga.

‎Melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha di Jember mampu mengembangkan produk olahan berbasis ubi jalar yang memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi pangan lokal di daerah.

‎Di tangan petani, ubi jalar adalah hasil panen. Di tangan peneliti, ia menjadi objek kajian. Tetapi ketika keduanya bertemu dengan pelaku usaha, umbi sederhana itu bisa berubah menjadi produk—dan produk itulah yang akhirnya menggerakkan ekonomi lokal.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru