Dirut Baru Perumda Kahyangan Kaget! Ruang Direksi Kosong, Buruh Masih Sengsara

Jember,kabarjelas.com – Direktur Utama Perumda Kahyangan langsung membuat pernyataan mengejutkan usai resmi menjalani serah terima jabatan. Ia mengaku belum merasa bangga menduduki kursi direktur utama karena masih banyak persoalan besar yang membelit perusahaan daerah tersebut.

“Terus terang saya tidak bangga kalau belum bisa membuktikan sesuatu untuk PDP. Banyak tantangan yang harus dibenahi,” ujar Gogot.

Pernyataan itu disampaikan dalam agenda serah terima jabatan direksi baru yang digelar sederhana di kantor Perumda Kahyangan. Tak ada pesta mewah, prasmanan, maupun hiburan musik. Gogot sengaja meminta acara dikemas sederhana sebagai bentuk empati terhadap kondisi para buruh perkebunan yang dinilainya masih jauh dari kata sejahtera.

“Acara ini saya minta dikemas sederhana. Makanannya kotakan saja, tidak perlu prasmanan dan live musik. Saya ingin menjaga perasaan para buruh yang nasibnya masih jauh dari kata sejahtera,” tegasnya.

Selain Gogot, jajaran direksi baru yang ikut dilantik yakni dan .

Gogot mengaku bukan orang baru di lingkungan perusahaan perkebunan milik Pemkab Jember tersebut. Selama hampir 20 tahun, dirinya telah mengikuti dinamika internal Perumda Kahyangan dan mengetahui langsung berbagai persoalan yang selama ini terjadi.

Ia bahkan menyinggung kondisi fasilitas kantor direksi yang menurutnya sangat minim. Menurut Gogot, ruang direksi nyaris tidak memiliki furnitur yang layak untuk menerima tamu atau menunjang pekerjaan.

“Saya lihat sendiri ruang direksi furniturnya tidak ada. Kalau ada tamu ngobrolnya bagaimana? Bukan berarti kami meminta fasilitas berlebihan, tapi hal-hal standar memang perlu dibenahi,” katanya.

Meski begitu, Gogot menegaskan direksi baru tidak ingin membebani keuangan perusahaan untuk kebutuhan awal mereka. Ia memastikan sejumlah kebutuhan penunjang akan dipenuhi menggunakan dana pribadi.

“Apa yang menunjang aktivitas kami, insyaallah kami akan modal sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, juga memberikan pesan khusus kepada direksi baru agar tidak hanya fokus menyelamatkan perusahaan, tetapi juga memikirkan kesejahteraan para pekerja perkebunan dan masyarakat sekitar kebun.

Menurut Gogot, Perumda Kahyangan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Ia menilai tata kelola perusahaan selama ini belum sepenuhnya terbuka sehingga berdampak pada menurunnya kepercayaan publik dan pihak ketiga.

“Kami melihat pola manajerial Perumda Perkebunan Kahyangan ini masih belum sepenuhnya terbuka,” katanya.

Karena itu, ia mulai mendorong berbagai terobosan baru, mulai pengembangan kopi specialty, diversifikasi usaha, hingga pengembangan wisata berbasis perkebunan seperti Wisata Boma, Rimba Camp Gunung Pasang, Kampung Belgia Sumberwadung, hingga akses wisata Air Terjun Tancak.

Di tengah munculnya wacana penutupan perusahaan daerah tersebut, Gogot justru menegaskan Perumda Kahyangan harus diselamatkan dan dikembalikan menjadi perusahaan sehat yang mampu menyejahterakan buruh dan karyawan.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru