Jember, KabarJelas.com – Gebrakan Bupati Jember Muhammad Fawait kembali mencuri perhatian publik. Lewat inovasi Wadul Gus’e, Jember berhasil menggaet penghargaan bergengsi di ajang Berita Jatim Award 2025 sebagai Pemerintah Pendukung Keterbukaan Informasi Publik.
Tak sekadar simbolis, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Jember sedang berubah. Wadul Gus’e bukan sekadar program—ia adalah jembatan digital antara pemerintah dan rakyat, langsung tembus ke telinga pemimpin.
“Sejak hari pertama menjabat, saya ingin dengar langsung suara rakyat. Tapi waktu saya terbatas, makanya Wadul Gus’e jadi cara saya jemput keluhan warga tanpa harus nunggu laporan berlapis,” ungkap Gus Fawait usai menerima penghargaan di Surabaya, Rabu (23/4).
Related Posts:
Dan hasilnya? Ribuan suara rakyat tertampung. Dari jalan rusak hingga layanan publik, banyak yang langsung ditangani. Bahkan, beberapa kabupaten lain sudah datang belajar, ingin meniru langkah Jember.
Tak berhenti di situ, Gus Fawait sudah siapkan gebrakan lanjutan: Bunga Desaku alias Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan. Mulai bulan depan, Gus Fawait akan turun langsung ke desa-desa, bukan sekadar kunjungan, tapi berkantor, mendengar, dan bertindak.
“Ini bukan tentang penghargaan, tapi tentang harapan. Saya ingin setiap warga Jember merasa didengar, dan merasa punya pemerintah yang hadir,” tegasnya.
Sebelumnya, istri Gus Fawait, Ning Ghyta Eka Puspita, juga menyabet penghargaan lewat program Mlijo Cinta, yang memberdayakan keluarga lewat pasar digital.
Satu per satu, langkah Jember makin membuktikan: ketika pemimpin mau mendengar, perubahan bukan lagi sekadar wacana. (Saiful Rahman
















