Jember, kabarjelas.com-Workshop Pendidikan bertajuk Transformasi Pendidikan Melalui Pembelajaran Mendalam digelar di Hotel Luminor Jember, Sabtu (13/9/2025). Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dengan Komisi 10 DPR RI. Ratusan guru dan aktivis pendidikan hadir, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Jember, Drs. Hadi Mulyono, M.Si.
Dalam kesempatan itu, anggota Komisi X DPR RI, M. Nur Purnamasidi atau Bang Pur, mengenang perjalanan awalnya sebagai guru honorer pada tahun 1997 di Sekolah Menengah Mohammad Seruji Jember. Saat itu, ia hanya menerima honor sebesar 35 ribu per bulan. Dengan segala keterbatasan, ia mencoba bereksperimen menerapkan pembelajaran mendalam di kelasnya.
Bang Pur menilai bahwa konsep pembelajaran mendalam masih bersifat subyektif. Ia menceritakan pernah menggunakan pendekatan andragogik, yakni dengan meminta kesepakatan siswa mengenai tema yang akan dibahas di kelas. Setelah disepakati, setiap siswa kemudian diminta menyampaikan pemahamannya. Dengan cara itu, murid bukan sekadar penerima informasi, tetapi juga aktif membangun pengetahuan.
Model ini pada dasarnya lebih dekat dengan prinsip andragogik—yang lazimnya dipakai dalam pendidikan orang dewasa—namun Bang Pur menerapkannya di ruang kelas sekolah formal. Gaya tersebut juga memiliki kemiripan dengan pendekatan konstruktivistik dan student centered learning, di mana pengalaman siswa ditempatkan sebagai sumber utama pembelajaran.
Metode itu sempat mendapat teguran dari kepala sekolah karena dianggap berisiko membuat siswa tidak lulus ujian akhir. Namun, Bang Pur meyakini seluruh muridnya dapat menuntaskan pendidikan, dan terbukti dua tahun kemudian semua lulus. Sampai saat ini, kata Bang Pur, Ia juga masih menjalin komunikasi dengan mantan murid-muridnya melalui aplikasi WhatsApp.
Berangkat dari latar belakangnya sebagai aktivis sosial pendidikan, pada 2024 Bang Pur menginisiasi lahirnya Undang-Undang Pekerja Sosial di Komisi 10 DPR RI. Menurutnya, regulasi tersebut merupakan bentuk penghargaan negara terhadap para pekerja sosial yang kerap luput dari perhatian.
Workshop yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini ditutup dengan sesi inti yang dimoderatori oleh Ali Murtadlo.
















