JAKARTA, KabarJelas.com — Komisi X DPR RI menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan program-program strategis di sektor kebudayaan. Dalam rapat kerja tertutup bersama Menteri Kebudayaan, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., yang digelar di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (23/4), sejumlah agenda penting dibahas, termasuk realisasi anggaran dan arah kebijakan kebudayaan tahun 2025.
Selama hampir tiga jam, rapat berjalan dinamis. Salah satu perhatian utama disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Muhamad Nur Purnamasidi. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap alokasi anggaran benar-benar memberi dampak langsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kebudayaan bukan hanya tentang pelestarian. Ini adalah pondasi pembentukan karakter bangsa sekaligus instrumen penting diplomasi. Maka, anggaran harus tepat sasaran, menyentuh kebutuhan riil,” ujar Purnamasidi usai rapat.
Related Posts:
Ia juga mencermati rendahnya serapan anggaran di Kementerian Kebudayaan hingga akhir April 2025 yang baru mencapai 7,77 persen. Purnamasidi mendorong agar kementerian melakukan percepatan eksekusi program yang telah dirancang, agar tidak terjadi stagnasi dan kehilangan momentum pembangunan kebudayaan.
Komisi X turut menyoroti sejumlah program unggulan, seperti revitalisasi museum dan cagar budaya, pelibatan komunitas serta anak muda dalam pengembangan kebudayaan, digitalisasi aset budaya, hingga pelestarian tradisi lokal. Penguatan diplomasi budaya Indonesia juga menjadi salah satu fokus penting.
“Kami berharap sektor kebudayaan tidak dipandang sebagai pelengkap. Ini adalah jantung pembangunan bangsa yang harus dikelola secara serius dan berkelanjutan,” tutup Purnamasidi.
Pewarta: Nila Fazatin
Editor: Saiful Rahman



















