Antisipasi Musim Kemarau Panjang, Pemkab Lumajang Siapkan Langkah Strategis

Masyarakat antri air
BMKG mencatat bahwa sekitar 60 persen wilayah akan mengalami kemarau dengan sifat normal, 26 persen wilayah akan mengalami kemarau lebih basah dari biasanya, dan 14 persen wilayah lainnya diperkirakan akan lebih kering.

Lumajang, kabarjelas.com – Menjelang musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kemarau di Indonesia akan berlangsung secara bertahap, dengan puncaknya terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Setelah itu, giliran Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Kemarau panjang

Dalam rilis resminya, BMKG mencatat bahwa sekitar 60 persen wilayah akan mengalami kemarau dengan sifat normal, 26 persen wilayah akan mengalami kemarau lebih basah dari biasanya, dan 14 persen wilayah lainnya diperkirakan akan lebih kering.

Mengantisipasi dampak kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pendistribusian bantuan air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak.

“Pengalaman tahun lalu, ada 9 kecamatan yang terdampak kemarau. Namun tahun ini, kami optimistis jumlahnya bisa berkurang, karena salah satu daerah yang sebelumnya kering kini sudah mendapat pasokan air dari irigasi sungai,” ujar Yudhi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa pagi (29/04/2025).

Mengantisipasi dampak kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pendistribusian bantuan air bersih.

Meski begitu, Yudhi tidak menutup kemungkinan bahwa sembilan kecamatan tersebut — yakni Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, Lumajang, Tempeh, Sumbersuko, dan Senduro — masih berpotensi mengalami krisis air bersih.

Lebih lanjut, Yudhi menjelaskan bahwa Bupati Lumajang, Indah Amperawati, tengah menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk upaya kerja sama dengan Kabupaten Probolinggo terkait pemanfaatan sumber mata air Ronggojalu.

“Kemarin, Ibu Bupati berencana meminta pasokan air dari Ronggojalu agar bisa dialirkan ke Lumajang. Saat ini masih dalam tahap komunikasi, dan kami di BPBD masih menunggu proses lebih lanjut,” tutup Yudhi.

Sebagaimana diketahui, musim kemarau tak hanya berdampak pada sektor pertanian warga, tetapi juga sering menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang. (Rohmat)

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru