Lumajang, Kabarjelas.com. Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi meminta pemerintah memprioritaskan guru honorer atau non-ASN dalam rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mendatang. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurut pria yang akrab disapa Bang Pur itu, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada para guru non-ASN yang selama ini telah mengabdi di dunia pendidikan, terutama mereka yang telah memenuhi syarat akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D4).
“Dalam RDPU kemarin saya sampaikan, teman-teman guru non-ASN yang sudah memenuhi syarat S1/D4 harus diprioritaskan apabila nanti ada rekrutmen ASN berikutnya”, ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2026).
Politisi Partai Golkar tersebut menilai, kebijakan afirmatif bagi guru honorer penting dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka yang selama bertahun-tahun tetap menjalankan tugas mengajar di tengah keterbatasan status dan kesejahteraan.
Related Posts:
Ia juga menyoroti masih besarnya jumlah tenaga pendidik non-ASN di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 31 Desember 2024, jumlah guru non-ASN tercatat mencapai 237.196 orang yang tersebar di berbagai daerah.
Keberadaan guru non-ASN selama ini menjadi penopang penting keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah, khususnya di daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.
“Jangan sampai mereka yang sudah lama mengabdi justru kalah bersaing tanpa ada keberpihakan kebijakan dari pemerintah. Negara harus hadir memberikan kepastian dan penghargaan terhadap dedikasi para guru”, tegasnya.
Selain itu, Bang Pur juga menyinggung soal kebutuhan regenerasi tenaga pendidik nasional. Mengacu pada siaran pers Badan Kepegawaian Negara (BKN), rekrutmen CASN formasi guru terakhir dilakukan pada tahun 2024. Kondisi tersebut dinilai akan berdampak pada kebutuhan guru baru seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa purna tugas dalam beberapa tahun ke depan.
Penulis : Rokhmad
















