Lumajang, kabarjelas.com – Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Lumajang masih menghadapi tantangan serius. Data terbaru dari Kemendikdasmen menunjukkan bahwa serapan PIP di Kecamatan Padang dan Gucialit—dua wilayah pegunungan di Lumajang—termasuk yang terendah dari 21 kecamatan.
Menanggapi hal itu, Tim Rumah Aspirasi Anggota DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, atau yang akrab disapa Bang Pur, langsung melakukan turba (turun ke bawah) ke dua kecamatan tersebut pada Minggu (4/5/2025).
“Data yang kami peroleh, dua kecamatan ini serapan PIP sangat rendah. Bisa jadi karena wali murid tidak tahu bahwa ada program PIP yang bisa diakses,” kata Ali Murtadho, Koordinator Kabupaten Tim Rumah Aspirasi Bang Pur.
Related Posts:
Baca juga: Rumah Aspirasi Nur Purnamasidi Aktif Sosialisasikan PIP ke Pelosok Lumajang

Kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturrahmi dengan para relawan, tetapi juga menjadi ajang evaluasi terhadap efektivitas sosialisasi program pendidikan. Menurut Ali, pihaknya akan melakukan koordinasi strategis dengan Dinas Pendidikan Lumajang serta sekolah-sekolah untuk mendorong peningkatan serapan PIP di tahun 2025.
“Temuan ini akan kami laporkan ke Bang Pur untuk dibawa ke forum-forum sidang. Beliau adalah anggota Komisi X DPR RI yang bermitra langsung dengan Kemendikdasmen, jadi ini akan jadi perhatian khusus,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ali juga menyampaikan bahwa PIP bisa diakses melalui jalur aspirasi. Artinya, jika ada siswa yang layak menerima bantuan tetapi belum terdaftar, maka usulan bisa disampaikan melalui jalur anggota DPR RI.
“Bang Pur berpesan, bila ada anak yang layak menerima PIP namun belum mendapatkan akses, bisa segera diusulkan melalui PIP Jalur Aspirasi,” tegasnya. (Rohmat)



















