Jember, Kabarjelas.com. Kunjungan kerja Anggota DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember membuahkan hasil. Pasalnya legislator asal Partai Golkar itu berjanji akan memperjuangkan dua hal penting, pertama tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan optimalisasi program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Sebagaimana data BPS tahun 2024, IPM di daerah pinggiran Kabupaten Jember masih relatif rendah. Hal ini diduga dipengaruhi tingkat partisipasi pendidikan baik harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS) yang rendah.
“Kalau partisipasi pendidikan di sekitar perkotaan relatif baik, tapi yang di daerah pinggiran Kabupaten Jember yang masih rendah mas, mulai dari ujung timur, selatan dan ujung utara jember”, ungkap Kepala BPS Jember, Tri Erwandi saat dikonfirmasi, Jumat (09/05/2025).
Lebih lanjut, Kepala BPS Jember juga menyampaikan soal tidak optimalnya pelaksanaan program cinta statistik (Desa Cantik), terutama respon pemerintah desa/kelurahan di Kabupaten Jember. Menurutnya, program Desa Cantik ini bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik ditingkat daerah maupun pusat.
Menanggapi aspirasi dan temuan data itu, Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi berjanji akan mem follow up kedua isu itu di tingkat pusat. Ia bahkan, berjanji akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait agar bisa membantu menyelesaikan masalah di tingkat desa.
Related Posts:
“Dua hal ini akan kita follow up nanti di pusat, baik bagaimana harusnya pemerintah pusat mengintervensi peningkatan IPM melalui program pendidikan dan tentang optimalisasi program cinta statistik (Desa Cantik)”, janjinya.
Menurutnya, data hasil sensus yang akurat dan intervensi program peningkatan IPM akan membawa dampak langsung, terutama dalam menyelesaikan persoalan sumber daya manusia maupun sosial ekonomi.
“Jika kita berhasil menemukan rumusan baru dalam dua isu ini, bukan tidak mungkin jika Kabupaten Jember akan menjadi wilayah percontohan dalam penanganan rendahnya IPM dan kemiskinan di Indonesia”, tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) dan kementerian terkait pendidikan merupakan mitra kerja Komisi X DPR RI. (Rohmat)



















