Cibubur, KabarJelas.com — Untuk memperkuat fondasi demokrasi yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila, Fraksi Partai Golkar DPR/MPR RI menggelar sebuah diskusi publik bertema “Penguatan Demokrasi Substansial Berdasarkan Pancasila” pada Rabu, 25 Juni 2025, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.
Diskusi ini menghadirkan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi, sebagai narasumber utama. Politikus yang akrab disapa Bang Pur itu merupakan wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur IV, meliputi Jember dan Lumajang.
Dalam pemaparannya, Bang Pur menyoroti perjalanan panjang sistem demokrasi di Indonesia yang terus mengalami dinamika sejak era kemerdekaan. Ia menekankan pentingnya membangun demokrasi secara substansial, bukan hanya prosedural.
“Saat ini kita harus jujur melihat kondisi demokrasi kita. Beberapa studi internasional menunjukkan adanya penurunan kualitas demokrasi di Indonesia,” ujarnya sambil merujuk pada data dari Our World in Data, yang menunjukkan skor Indeks Demokrasi Deliberatif Indonesia merosot dari 0,55 pada 2005 menjadi 0,41 di tahun 2024.
“Ini bukan data sembarangan. Ini dihasilkan dari riset lembaga independen yang kredibel,” tambahnya menegaskan.
Related Posts:
Lebih jauh, Bang Pur mengajak semua elemen bangsa untuk memahami kembali makna asli demokrasi. Ia mengutip Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln bahwa demokrasi sejatinya adalah “government of the people, by the people, for the people”—pemerintahan yang berasal dari rakyat, dijalankan oleh rakyat, dan ditujukan untuk rakyat.
“Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tapi bagaimana kita membangun ruang partisipasi yang bermakna bagi seluruh warga,” kata pria yang kini juga menjabat sebagai Sekjen Pengurus Besar IKA-PMII itu.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Menurutnya, peran serta warga negara dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai Pancasila adalah kunci bagi demokrasi yang berkeadilan dan berkeadaban.
“Menjaga demokrasi sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila adalah pekerjaan bersama. Apalagi bagi kami yang duduk di parlemen, ini bagian dari amanah rakyat—bukan hanya membuat kebijakan, tapi juga mencerdaskan politik masyarakat,” tutup Bang Pur, yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember.
Penulis: Rohmat | KabarJelas.com


















