Jakarta, Kabarjelas.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan dua program strategis untuk memperkuat arah riset nasional. Kedua program tersebut diberi tajuk Riset Berdampak, yang menyasar manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.
Adapun dua program dimaksud adalah Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (Rikub) dan Hilirisasi Riset Prioritas, yang dirancang untuk mendukung visi besar Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Program ini menjawab seluruh aspek Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Mulai dari penguatan ideologi, pembangunan SDM, sains dan teknologi, hingga harmonisasi kehidupan dengan alam dan budaya,” ungkap Dirjen Risbang Kemdiktisaintek, Muhammad Fauzan Adziman, dalam peluncuran resmi melalui kanal YouTube Kemendiktisaintek, Selasa (01/06/2025).
Fokus pada Kolaborasi dan Hilirisasi
Dua program ini dirancang untuk menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta percepatan pemanfaatan hasil riset agar tidak berhenti di meja laboratorium.
Program Rikub menghadirkan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga riset melalui pembentukan konsorsium.
“Salah satu kekuatan utama Rikub adalah keterlibatan mitra industri sejak tahap awal sebagai off-taker. Artinya, arah riset sejak awal sudah ditujukan untuk implementasi nyata,” jelas I Ketut Adnyana, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Sementara itu, Hilirisasi Riset Prioritas dirancang untuk membangun ekosistem transfer teknologi yang terstruktur dan berdampak. Setidaknya ada tiga inisiatif utama dalam program ini, yaitu:
- Ajakan Industri
Memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan tantangan teknologi langsung kepada dunia kampus. - Dorongan Teknologi
Menjembatani hasil riset agar bisa lebih cepat diterapkan dalam industri secara konkret dan terukur. - Sinergi Hilirisasi Terintegrasi
Mendorong peningkatan daya saing inovasi nasional melalui pendekatan hilirisasi yang sistematis.
Legislatif Apresiasi, Namun Ingatkan Komitmen Jangka Panjang
Anggota Komisi X DPR RI, Muhamad Nur Purnamasidi, menyambut baik peluncuran program riset berdampak ini. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat inovasi dan menjawab kebutuhan zaman.
“Terobosan ini patut diapresiasi. Kolaborasi riset yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat dan industri adalah langkah yang sudah lama ditunggu,” ujar Bang Pur, sapaan akrabnya.
Namun ia juga mengingatkan agar program ini tidak sekadar menjadi jargon atau program normatif tanpa hasil konkret di lapangan.
“Yang terpenting adalah komitmen jangka panjang. Jangan sampai program ini hanya hangat di awal, tapi hilang arah setelah itu,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan riset berdampak tak hanya berpusat di kota-kota besar, tapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini kurang tersentuh inovasi.
“Inovasi harus dirasakan oleh masyarakat di daerah, bukan hanya di pusat. Riset harus relevan dengan kebutuhan lokal agar manfaatnya nyata,” pungkasnya.
Pewarta: Rohmat


















