Wamentan Sebut Jember Punya Potensi Swasembada, Gus Fawait: Komitmen Kami Tidak Main-main

Jember, Kabarjelas.com – Kabupaten Jember kembali jadi sorotan nasional. Kali ini, giliran Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) H. Sudaryono yang angkat topi atas potensi pertanian Jember. Dalam kunjungannya ke Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Jumat (11/07/2025), Sudaryono menyebut Jember bisa jadi daerah swasembada pangan jika semua potensi yang ada dimaksimalkan.

Wamentan hadir dalam panen raya padi bersama Bupati Jember Muhammad Fawait. Sejumlah tokoh penting juga turut serta, seperti Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, Dandim 0824, Kapolres Jember, Kabulog Jawa Timur, hingga jajaran OPD.

Dalam sambutannya, Sudaryono tak ragu menyampaikan pujian. Menurutnya, Jember punya tanah yang subur, petani yang ulet, dan kini ditambah kepala daerah yang muda dan visioner.

“Koordinasi jadi lebih mudah. Bupatinya muda dan cepat tanggap. Ini modal penting untuk wujudkan swasembada,” ucap Sudaryono di depan para petani.

Ia juga menyebut keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada lahan, tapi juga pada kemudahan akses produksi. Bibit, pupuk, dan alat mesin harus tersedia dengan baik. Ia ingin ke depan, petani bisa panen lebih dari sekali dalam setahun.

“Kalau bisa dua atau tiga kali panen, pendapatan petani ikut naik,” ujarnya.

Sudaryono juga menyinggung soal pembatasan impor bahan pangan. Menurutnya, jika petani ingin sejahtera, maka hasil panennya harus bisa terserap dengan harga yang pantas, tanpa terganggu produk impor murah.

“Tembakau Jember juga harus diperhatikan. Mutunya bagus, khas. Harus diarahkan ke ekspor dan dukung hadirnya industri di dalam negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa komitmennya dalam sektor pertanian bukan basa-basi. Menurutnya, swasembada pangan adalah target yang masuk dalam prioritas pembangunan Jember.

“Kami serius. Komitmen kami tidak main-main. Pertanian jadi kunci utama pembangunan daerah,” tegas Fawait.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang berupaya menambah bantuan alat mesin pertanian (alsintan), agar produktivitas petani meningkat signifikan. Namun ia tidak ingin hanya mengandalkan alat. Ia juga ingin petani di Jember naik kelas dari sisi pengetahuan.

“Kami akan gandeng lembaga riset. Petani harus paham ilmunya, bukan sekadar kerja,” ujarnya.

Gus Fawait juga menyoroti soal pasar. Menurutnya, produksi tanpa penyerapan akan jadi sia-sia. Karena itu, ia berharap Koperasi Merah Putih bisa bekerjasama dengan Bulog agar hasil panen petani tidak hanya melimpah, tapi juga terbeli.

“Kalau ada yang beli, petani tenang. Harga stabil, kesejahteraan pun ikut naik,” tutupnya.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru