JEMBER, kabarjelas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar Diseminasi Program Diplomasi Kebahasaan dan Kesastraan di Hotel Luminor Jember, Jalan KH. Agus Salim No. 28, Tegal Besar, Kaliwates, Jember, Jumat (12/9/2025). Kegiatan yang dihadiri sekitar seratus peserta ini melibatkan Anggota Komisi X DPR RI H.M. Nur Purnamasidi bersama perwakilan pemerintah daerah, pendidik, pegiat literasi, dan praktisi pendidikan.
Acara ini menegaskan upaya internasionalisasi bahasa Indonesia sekaligus penguatan literasi. Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa sidang umum UNESCO, dan program pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) kini tersebar di 52 negara dengan lebih dari 150.000 pemelajar aktif.
Related Posts:
Badan Bahasa juga meluncurkan 5.000 judul buku terjemahan cerita anak yang dapat diakses melalui laman penerjemahan.kemendikdasmen.go.id. Buku tersebut diharapkan menjadi media diplomasi kebahasaan dan kesastraan.
Nur Purnamasidi menyampaikan keprihatinannya atas minimnya dukungan terhadap penguatan bahasa Indonesia di tingkat pendidikan nasional maupun daerah. Menurutnya, anggaran kebahasaan masih terlalu kecil dibanding kebutuhan yang ada. Karena itu, Komisi X DPR RI akan memperjuangkan peningkatan alokasi dana, memperkuat regulasi, mendorong peran pemerintah daerah, hingga mengembangkan diplomasi budaya bersama sektor lain seperti pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa sidang UNESCO. Tugas kita adalah memastikan ia mendapat perlakuan yang serius sebagai identitas bangsa yang mendunia,” tegasnya.
Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menambahkan diplomasi bahasa tidak hanya menjadi kerja pemerintah pusat, melainkan juga membutuhkan sinergi dengan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang.


















