Kunjungi Penerima PIP di Hunian Relokasi BSD, Kedatangan Bang Pur Diiringi Sholawat

Lumajang, Kabarjelas.com – Masa reses dimanfaatkan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, untuk kembali menyapa konstituennya. Legislator dari Dapil Jawa Timur IV (Jember–Lumajang) ini menyambangi puluhan wali murid penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) di Hunian Relokasi Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, pertengahan Desember lalu.

Kunjungan Bang Pur—sapaan akrab Muhamad Nur Purnamasidi—berlangsung hangat dan penuh nuansa religius. Setibanya di lokasi, ia disambut lantunan sholawat oleh para wali murid dan warga di salah satu balai pertemuan kawasan relokasi, sebuah sambutan yang jarang ditemui dalam agenda reses anggota DPR.

“Kami sengaja menyambut Bang Pur dengan sholawat. Harapannya membawa keberkahan, dan semoga kami semua, termasuk beliau, mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW,” ujar Suhartini, salah satu wali murid penerima PIP, Sabtu (27/12/2025).

Suhartini menilai Bang Pur tidak sekadar hadir sebagai wakil rakyat, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan warga terdampak erupsi Semeru yang kini bermukim di BSD. Menurutnya, perhatian Bang Pur terhadap pendidikan anak-anak di kawasan relokasi dirasakan secara nyata.

“Beliau berbeda. Anak-anak kami hampir setiap tahun mendapatkan PIP Aspirasi yang beliau perjuangkan. Kami benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan agar Bang Pur terus konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil, terutama di sektor pendidikan, sehingga anak-anak penyintas bencana tetap memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan.

Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, juga mengapresiasi konsistensi kunjungan dan perhatian Bang Pur. Ia menyebut, kehadiran anggota Komisi X DPR RI itu tidak berhenti saat masa tanggap darurat erupsi Semeru pada 2021, melainkan berlanjut hingga kini.

“Perhatian beliau di bidang pendidikan terus berkesinambungan dari tahun ke tahun, mulai 2021 sampai 2025. Atas nama desa, kami mengucapkan terima kasih,” ujar Yayuk.

Sementara itu, Bang Pur menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program afirmasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk para penyintas bencana.

“Pendidikan adalah kunci memutus mata rantai kemiskinan. Anak-anak di kawasan relokasi ini harus tetap kita pastikan bersekolah dan memperoleh hak-haknya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para wali murid agar bantuan PIP dimanfaatkan sesuai peruntukan, khususnya untuk kebutuhan pendidikan dan penunjang proses belajar anak.

Penulis: Rokhmad

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru