JEMBER,kabarjelas.com — Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 3, Kabupaten Jember, dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa taman kanak-kanak dan PAUD di wilayah Kecamatan Kaliwates.
Kepala SPPG Kaliwates 3, Ahmad Farid Anam, mengatakan penghentian operasional dilakukan berdasarkan keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan.
“Hari ini kita tidak beroperasi dan tidak melakukan distribusi. Kita sementara sudah disuspend,” ujar Farid, Kamis (21/5/2026).
Related Posts:
Menurutnya, hingga saat ini belum ada kepastian sampai kapan penghentian sementara tersebut diberlakukan. Seluruh keputusan terkait kelanjutan operasional dapur MBG berada di bawah kewenangan BGN.
Farid menjelaskan, pada hari kejadian distribusi makanan dilakukan lebih awal sekitar pukul 07.30 WIB untuk siswa dengan porsi kecil karena jam pulang sekolah lebih cepat. Sebelum didistribusikan, makanan disebut telah melalui pengecekan organoleptik oleh pihak SPPG bersama ahli gizi.
Kasus dugaan keracunan ini mencuat setelah belasan siswa mengalami keluhan mual, muntah, hingga sakit perut usai menyantap makanan program MBG. Berdasarkan data Satgas MBG Jember, sedikitnya 18 anak terdampak dan beberapa di antaranya sempat menjalani perawatan medis.
Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap standar keamanan dan pengawasan dapur MBG di Kabupaten Jember. Satgas juga telah melakukan inspeksi ke dapur SPPG Kaliwates 3 untuk memeriksa sistem pengolahan makanan, penyimpanan bahan pangan, hingga standar keamanan operasional dapur.
Dari hasil inspeksi awal, tim menemukan sejumlah catatan teknis yang perlu diperbaiki, meski bahan pangan yang digunakan masih dinilai layak konsumsi. Saat ini, pihak terkait masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.














