Jember, kabarjelas.com – Keluhan warga Jember soal jalan berlubang akhirnya direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Tak menunggu hari kerja, Wakil Bupati Jember Djoko Susanto langsung tancap gas turun ke lapangan pada Minggu (27/04/2025), meninjau dan memastikan perbaikan jalan rusak berjalan sesuai instruksi Bupati Muhammad Fawait.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Djoko mendatangi tiga titik kerusakan utama di wilayah perkotaan, yakni Jalan Diponegoro, Tawangmangu, dan Jalan Srikoyo. Ia memastikan langsung kinerja Unit Reaksi Cepat (URC) yang baru dibentuk oleh Bupati Muhammad Fawait untuk percepatan perbaikan infrastruktur.
“Alhamdulillah, hari ini kita mulai memperbaiki jalan berlubang di wilayah kota. Ini semua demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Wabup Djoko saat ditemui di sela-sela peninjauan.
Djoko menjelaskan, pemantauan ini penting untuk memastikan bahwa Tim URC bekerja cepat dan tepat sesuai instruksi. Ia juga menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak hanya berhenti di kawasan kota saja.
“Mulai Senin, kita juga akan bergerak ke wilayah pedesaan. Semua jalan berlubang yang mengganggu aktivitas warga harus segera ditangani,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Muhammad Fawait telah menginstruksikan percepatan rehabilitasi jalan melalui optimalisasi anggaran yang tersedia. Pemkab Jember melakukan efisiensi berbagai pos anggaran untuk memastikan dana perbaikan jalan mencukupi.
“Nanti tanya ke Kepala Dinas Bina Marga ya, apakah anggarannya cukup. Tapi mudah-mudahan cukup, saya juga belum dapat laporan resmi,” ungkap Wabup Djoko.
Related Posts:

Anggaran Perbaikan Jalan Jember
Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Jember, Arif Liyantono, menyampaikan bahwa tingkat kerusakan jalan di Jember cukup signifikan, mencapai 21 persen dari total panjang 2.633,383 kilometer jalan yang dikelola Pemkab.
Dari data tersebut, 66,885 kilometer dikategorikan rusak ringan, sementara 307,545 kilometer mengalami kerusakan berat.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember telah mengalokasikan anggaran melalui APBD 2025 sebesar Rp 94 miliar. Rinciannya, Rp 16 miliar digunakan untuk rehabilitasi jalan rusak ringan, sementara Rp 78,364 miliar dialokasikan untuk pekerjaan fisik paket perbaikan jalan.
Guna mempercepat proses, sebanyak 120 personel Tim URC telah disiapkan, dibagi menjadi delapan tim, masing-masing beranggotakan 15 orang. (Saiful Rahman)


















