Jember, kabarjelas.com – Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto, angkat bicara terkait pesan hoaks yang mencatut namanya dan beredar luas melalui aplikasi WhatsApp. Dalam pesan tersebut, ia disebut-sebut memberikan bantuan dana atas nama pemerintah untuk pembangunan masjid.
Dengan nada prihatin, Djoko menegaskan bahwa pesan tersebut tidak benar dan mengajak masyarakat untuk tidak menanggapinya.
“Saya mohon kepada seluruh masyarakat, khususnya yang menerima pesan tersebut, agar tidak ditanggapi. Saya tidak pernah menyampaikan hal seperti itu,” ucapnya, Jumat (6/6/2025).
Menurut Djoko, sebagai Wakil Bupati dirinya tidak memiliki akses langsung terhadap anggaran APBD, apalagi menyalurkan bantuan secara pribadi menggunakan nama pemerintah daerah melalui pesan singkat.
“Sampai sekarang saya bahkan tidak punya akses langsung ke APBD. Jadi, kalau ada pesan yang mengatasnamakan saya, tolong abaikan,” tegasnya.
Ia menilai, yang paling menyakitkan bukan hanya pencatutan nama, tetapi juga karena perbuatan tersebut mencederai nilai-nilai etika dan agama.
“Kepada pelaku, saya minta sadarlah. Ini bukan cara yang mulia. Ini bukan cara yang Islami. Jangan gunakan nama masjid, agama, atau jabatan untuk menipu sesama,” katanya.
Meskipun beberapa pihak mendorongnya untuk menempuh jalur hukum, Djoko memilih pendekatan persuasif. Ia berharap pelaku memiliki kesadaran dan menghentikan tindakannya.
“Saya cukup mengimbau saja. Sadarlah. Tapi kalau perilaku seperti ini terus berulang, ya kita akan berhitung,” ucapnya dengan sorot mata tegas.
Di akhir penyampaiannya, Wabup Djoko mengajak masyarakat agar lebih waspada terhadap informasi yang beredar di era digital ini.
“Mari kita lebih bijak dan tidak mudah percaya pada pesan-pesan yang belum jelas sumbernya,” tutupnya.
Editor: Saiful Rahman



















