Jember, kabarjelas.com – Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait mengambil langkah progresif dalam sektor kesehatan. Bertempat di salah satu ruang diskusi terbuka, Gus Fawait menggelar pertemuan khusus dengan para dokter spesialis untuk membahas empat isu kesehatan prioritas: Tuberkulosis (TBC), Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting.
Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan langkah antara Pemkab Jember dan kalangan tenaga medis guna menekan prevalensi penyakit serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh pelosok daerah.
“Kesehatan adalah pondasi pembangunan. Kita harus pastikan tidak ada lagi anak Jember yang tumbuh dalam kondisi stunting atau ibu melahirkan dalam risiko tinggi,” tegas Gus Fawait dalam forum tersebut.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan para ahli kesehatan sangat dibutuhkan, agar intervensi yang dilakukan tidak hanya administratif, tetapi berbasis data dan tepat sasaran.
Para dokter spesialis pun menyambut positif pertemuan ini. Mereka menilai keterlibatan pemerintah daerah secara langsung akan mendorong percepatan penanganan kasus, khususnya di wilayah-wilayah dengan angka stunting dan TBC yang masih tinggi.
“Langkah ini kami apresiasi. Kami berharap forum seperti ini rutin dilakukan agar ada kesinambungan program dan realisasi di lapangan,” ungkap salah satu dokter spesialis anak yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan, Jember masih memiliki tantangan dalam hal stunting dan AKI/AKB, meskipun tren penurunannya mulai terlihat sejak awal 2024. Upaya intensif, termasuk edukasi masyarakat, pelayanan posyandu, hingga penguatan peran puskesmas menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Gus Fawait menutup pertemuan dengan komitmen untuk terus mendorong anggaran yang berpihak pada kesehatan, serta membentuk gugus tugas bersama antara dinas terkait dan organisasi profesi medis.



















