Jember, kabarjelas.com – Dalam langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar pertemuan khusus dengan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT). Pertemuan tersebut berlangsung produktif dan membahas berbagai terobosan yang dapat diterapkan di desa-desa di Kabupaten Jember.
Gus Fawait menegaskan bahwa pembangunan desa harus menjadi ujung tombak dalam mengentaskan kemiskinan. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting untuk memastikan program-program nasional berjalan optimal hingga ke tingkat akar rumput.
“Jember siap menjadi model nasional dalam percepatan penanggulangan kemiskinan. Kita akan tunjukkan kerja nyata, kolaboratif, dan berpihak pada rakyat desa,” tegas Gus Fawait dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini juga selaras dengan visi besar Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menargetkan Indonesia Bebas Kemiskinan sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Dukungan kementerian terkait terhadap langkah-langkah di Jember dinilai sebagai bagian dari komitmen tersebut.
Wakil Menteri Desa menyambut baik berbagai inovasi yang telah dirancang oleh Pemkab Jember, termasuk dalam hal pemetaan wilayah rentan, pendampingan ekonomi keluarga miskin, serta peningkatan kapasitas BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).
“Kami mendukung penuh langkah Jember yang cepat dan responsif. Ini adalah contoh yang bisa direplikasi di banyak daerah lain,” ungkap Wamen Desa dalam sesi dialog.
Sebagai kabupaten dengan lebih dari 200 desa, Jember memiliki potensi besar untuk menjadi pusat percontohan dalam transformasi desa. Program-program prioritas seperti penguatan ekonomi produktif, infrastruktur pedesaan, dan digitalisasi layanan desa akan terus diperluas melalui kemitraan lintas sektor.
Gus Fawait menutup pertemuan dengan ajakan kepada semua elemen masyarakat dan perangkat desa untuk berperan aktif. “Pemberdayaan itu bukan sekadar memberi, tapi mengajak masyarakat bangkit bersama. Jember akan jadi contoh bahwa pembangunan dimulai dari desa,” ujarnya.



















