Jember,kabarjelas.com- Indonesia tidak dilahirkan dari keseragaman, melainkan dari keberanian untuk bersatu di tengah perbedaan. Kesadaran inilah yang kembali ditegaskan Wakil Sekretaris Fraksi MPR RI Partai Golongan Karya (Golkar), H. Muhamad Nur Purnamasidi, dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ballroom Aston Jember, Senin (15/12/2025).
Mengusung tema “Bhinneka Tunggal Ika: Merawat Toleransi, Menjaga Keutuhan NKRI”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas identitas. Tokoh lintas agama, pemuda dari berbagai latar etnis, serta penggerak masyarakat akar rumput hadir dalam satu forum, mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya: beragam, namun bersepakat untuk tetap satu.
Dalam sambutannya, Muhamad Nur Purnamasidi—yang akrab disapa Bang Pur—menegaskan bahwa toleransi bukan konsep abstrak, melainkan fondasi konkret bagi kelangsungan bangsa. Menurutnya, sejarah Indonesia membuktikan bahwa persatuan lahir justru dari perbedaan yang dirawat, bukan disangkal.
“Perbedaan bukan ancaman. Ia adalah kekuatan. Tapi kekuatan itu hanya bertahan jika toleransi terus dirawat. Ketika toleransi runtuh, yang dipertaruhkan bukan sekadar harmoni sosial, melainkan keutuhan NKRI,” tegas Bang Pur.
Ia mengingatkan bahwa bangsa ini dibangun oleh beragam latar belakang yang disatukan oleh cita-cita bersama. Karena itu, upaya memecah belah dengan isu suku, agama, ras, dan golongan harus dilawan dengan kesadaran kebangsaan yang matang.
Dalam pemaparannya, Bang Pur menjelaskan peran 4 Pilar MPR RI sebagai penyangga utama kerukunan nasional. Pancasila, katanya, menjadi payung besar yang mengayomi seluruh identitas. UUD 1945 menjamin kesetaraan hak setiap warga negara. NKRI adalah rumah bersama yang tidak boleh digerogoti kepentingan sempit. Sementara Bhinneka Tunggal Ika merupakan ruh yang menautkan perbedaan dalam satu ikatan kebangsaan.
Perhatian khusus juga diarahkan kepada generasi muda. Bang Pur mengingatkan bahwa media sosial kerap menjadi medan baru konflik identitas jika tidak disikapi dengan kedewasaan. Ia mendorong generasi Z dan milenial menjadikan ruang digital sebagai sarana menyebarkan pesan persatuan, bukan kebencian.
“Ruang digital harus kita isi dengan narasi yang menyejukkan. Jangan biarkan perbedaan pilihan, keyakinan, atau pandangan dijadikan alasan untuk saling meniadakan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Fraksi Golkar MPR RI, Bang Pur menegaskan komitmen partainya untuk terus membumikan nilai-nilai inklusivitas dan toleransi sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Kita ingin anak cucu kita kelak tetap hidup di negeri yang damai, di bawah kibaran Merah Putih, dengan rasa aman sebagai sesama anak bangsa,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi hangat lintas iman. Para peserta sepakat memperkuat komunikasi dan kerja sama di tingkat akar rumput sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi gesekan sosial. Sosialisasi ini menjadi penegasan bahwa merawat toleransi bukan pilihan, melainkan keharusan demi tegaknya NKRI.

















