Bangun Karakter Bangsa yang Tangguh, H. Muhamad Nur Purnamasidi Tekankan Internalisasi Empat Pilar Menuju Indonesia Maju

Jember,kabarjelas.com – Pembangunan bangsa tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Ketangguhan karakter rakyat menjadi fondasi utama agar Indonesia mampu berdiri kokoh menghadapi tantangan global. Pesan inilah yang ditekankan Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Universitas Islam Jember, Selasa (31/12/2025).

Kegiatan yang mengangkat tema “Internalisasi Empat Pilar MPR RI: Membangun Karakter Bangsa yang Tangguh demi Mewujudkan Indonesia Maju” ini berlangsung interaktif dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pendidikan, praktisi organisasi, hingga perwakilan masyarakat sipil yang memiliki perhatian terhadap pembangunan karakter nasional.

Dalam orasi kebangsaannya, Muhamad Nur Purnamasidi—yang akrab disapa Bang Pur—menegaskan bahwa kemajuan sejati sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas manusia yang mengisinya. Menurutnya, Empat Pilar MPR RI tidak boleh berhenti sebagai hafalan normatif, melainkan harus diinternalisasi dan tercermin dalam sikap serta tindakan sehari-hari.

“Indonesia Maju membutuhkan manusia-manusia yang tangguh. Ketangguhan itu bersumber dari nilai Pancasila, ketaatan pada konstitusi, kecintaan pada NKRI, serta penghormatan terhadap kebhinnekaan. Inilah modal dasar kita untuk bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri,” tegas Bang Pur.

Ia kemudian menguraikan peran strategis masing-masing pilar dalam membentuk karakter bangsa. Pancasila menjadi sumber etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. UUD NRI Tahun 1945 menanamkan disiplin hukum dan rasa keadilan. NKRI menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab kolektif terhadap tanah air. Sementara Bhinneka Tunggal Ika berfungsi sebagai perekat sosial yang mengubah perbedaan menjadi kekuatan kolaborasi.

Bang Pur menekankan bahwa internalisasi nilai-nilai tersebut menjadi kunci penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Bonus demografi, menurutnya, hanya akan menjadi kekuatan jika dibarengi karakter bangsa yang kokoh dan berkepribadian.

“Kita ingin Indonesia yang maju secara ekonomi, unggul dalam persaingan global, tetapi tetap berakar pada nilai religius, etika, dan semangat gotong royong. Tanpa karakter yang tangguh, kemajuan akan mudah rapuh,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, dengan meneladankan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan organisasi.

Kegiatan ditutup dengan diskusi mendalam mengenai langkah-langkah praktis menerapkan nilai Empat Pilar MPR RI di tengah gempuran budaya asing dan tantangan modernitas. Forum tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama peserta untuk menjaga marwah bangsa dan membangun masa depan Indonesia yang lebih kuat, beradab, dan berkeadilan.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru