Jember,kabarjelas.com – Ketua sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Jember, , memberikan respons tegas terkait putusan Mahkamah Partai Gerindra terhadap yang viral karena diduga bermain game dan merokok saat rapat pembahasan stunting dan kesehatan masyarakat.
Halim menyatakan pihaknya masih menunggu salinan resmi putusan dari Mahkamah Partai Gerindra sebelum menentukan langkah lanjutan di DPRD Jember. Namun ia menegaskan, apabila yang bersangkutan kembali melakukan pelanggaran serupa, maka sanksi tegas berupa pemecatan bisa langsung dijatuhkan.
“Ada pemeriksaan masih belum, masih… kita tunggu salinan putusannya,” ujar Halim saat dimintai keterangan terkait tindak lanjut kasus tersebut.
Related Posts:
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa internal Partai Gerindra serius menyikapi polemik yang menyeret legislator muda mereka. Apalagi kasus tersebut telah menjadi sorotan publik luas dan memicu kritik terhadap etika wakil rakyat saat menjalankan tugas resmi.
Sebelumnya, video Achmad Syahri saat mengikuti rapat Komisi D DPRD Jember beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, ia terlihat memainkan gim di telepon genggam yang diduga Clash of Clans (COC) sambil memegang rokok ketika rapat berlangsung.
Forum tersebut membahas isu penting terkait pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari stunting, campak, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), hingga layanan BPJS Kesehatan bersama sejumlah OPD dan kepala puskesmas.
Kasus ini kemudian mendapat perhatian langsung dari Majelis Kehormatan Partai Gerindra yang dipimpin . Sidang etik terhadap Achmad Syahri bahkan digelar di Mahkamah Partai Gerindra pada Jumat (15/5/2026).
Publik kini menunggu keputusan final dan langkah lanjutan partai maupun DPRD Jember terhadap legislator termuda tersebut.















