Jember, kabarjelas.com – Kunjungan kerja Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, H. Muhammad Nur Purnamasidi, ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember pada Jumat (09/05/2025) membuka diskusi hangat soal pentingnya data riil dalam penanganan isu-isu strategis daerah, terutama bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Related Posts:
Bang Pur, sapaan akrabnya, tidak sekadar bersilaturahmi. Ia berdialog langsung dengan Kepala BPS Jember, tim pengelola data, hingga mitra statistik yang kerap turun ke lapangan dalam pelaksanaan sensus. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya menjadikan data statistik bukan sekadar angka formalitas, tetapi sebagai landasan solusi kebijakan.
“Saya berharap, ke depan sensus nasional tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga bisa menangkap substansi masalah di masyarakat. Data harus bisa menjawab tantangan pembangunan, bukan sekadar laporan,” tegasnya.
Salah satu hal yang disoroti adalah rendahnya angka partisipasi pendidikan pada usia produktif. Berdasarkan datanya, hanya sekitar 30 persen warga usia 20–25 tahun yang masih mengakses pendidikan formal. Padahal usia tersebut adalah bagian dari bonus demografi yang diandalkan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Kalau pendidikan dan indeks pembangunan manusia (IPM) kita stagnan, sulit rasanya bicara soal Indonesia Emas. Data BPS harus dimaksimalkan sebagai peta jalan untuk mempercepat kemajuan,” ujarnya serius.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari penguatan kemitraan antara DPR RI dan BPS sebagai lembaga strategis penyedia data nasional. Purnamasidi berharap BPS Jember dapat menjadi contoh daerah yang mampu menyajikan data terintegrasi, tajam, dan berdaya guna.(Rohmat)



















