Bukan Sekadar Celengan, Tapi Investasi Masa Depan: Mahasiswa UB Tanamkan Literasi Finansial Sejak Dini di Lumajang

Lumajang, kabarjelas.com – Di tengah senyum polos dan tangan mungil anak-anak kelas 3 SDN Gedangmas 02, Kecamatan Randuagung, Lumajang, sebuah pelajaran hidup penting tengah diajarkan: menabung bukan cuma soal menyimpan uang, tetapi tentang merancang masa depan.

Program bertajuk “Celenganku, Masa Depanku: Edukasi Pengelolaan Keuangan Sejak Dini” ini digagas oleh Kelompok 62 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2025, di bawah bimbingan Bayu Indra Pratama, S.I.Kom., M.A. Kegiatan berlangsung pada Selasa (22/7), diikuti sekitar 25 siswa kelas 3, dan dikemas dalam suasana ceria, menyenangkan, namun tetap sarat makna.

foto celengan 3 scaled

Dari KKN Menuju Transformasi Literasi Keuangan

Berbeda dari KKN konvensional, program MMD UB mendorong mahasiswa untuk tidak hanya tinggal di desa, tetapi juga benar-benar menyatu dengan masyarakat dan membawa perubahan nyata melalui pengabdian berbasis ilmu pengetahuan.

“Kami ingin memberi kontribusi riil, bukan hanya hadir sebagai mahasiswa, tapi sebagai pembelajar yang turut membangun,” jelas Juniarti Nur Rahmatia, mahasiswi jurusan Akuntansi FEB UB sekaligus pemateri utama dalam kegiatan ini.

Menabung dari Uang Jajan dan Investasi dari Seekor Ayam

Kegiatan dimulai dengan penyuluhan interaktif yang dibawakan secara ringan. Anak-anak dikenalkan pada konsep menabung, manfaatnya, serta cara mengelola uang saku sehari-hari.

Juniarti bahkan menyisipkan analogi yang mudah dicerna:

“Jika kita punya seekor ayam, lalu ayam itu dititipkan kepada orang lain untuk dirawat hingga besar, kemudian bertelur — maka telur itu adalah hasil dari investasi. Begitulah cara kerja uang jika dikelola dengan baik.”

Penjelasan itu disambut anggukan serius dan tatapan penasaran dari para siswa. Bahkan dalam sesi tanya jawab santai, mereka saling berbagi mimpi: dari ingin beli sepeda, baju baru, hingga menabung untuk pendidikan di masa depan.

foto celengan 2 scaled

Celengan dari Botol Bekas: Simbol Mimpi yang Bertumbuh

Selesai sesi edukasi, anak-anak diajak membuat celengan dari botol plastik bekas. Dengan spidol warna-warni dan kertas origami, mereka menghias wadah itu menjadi tempat penyimpanan impian mereka.

Kegiatan ini bukan hanya kreatif, tapi juga menanamkan kesadaran daur ulang dan nilai-nilai keberlanjutan. Celengan buatan tangan mereka menjadi simbol kecil tentang pentingnya konsistensi dan harapan.

“Kami ingin mengajarkan bahwa menabung bisa dimulai dari uang seribu rupiah, dari satu botol bekas, dari satu langkah kecil yang konsisten,” kata Juniarti.

Mendukung Tujuan SDGs Nomor 4: Pendidikan Berkualitas

Program ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, yaitu pendidikan berkualitas. Anak-anak tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga dibekali keterampilan hidup yang relevan: pengelolaan uang, perencanaan masa depan, dan sikap bertanggung jawab.

Melalui pendekatan menyenangkan namun edukatif ini, Kelompok 62 berharap anak-anak SDN Gedangmas 02 dapat membawa pulang lebih dari sekadar celengan. Mereka membawa bekal berpikir dan bertindak untuk masa depan.

Harapan Setelah Kegiatan

“Membangun generasi yang melek finansial tak perlu menunggu dewasa. Bisa dimulai dari satu koin, satu celengan, dan satu mimpi yang ditanam hari ini,” tutup Juniarti.

Tim Redaksi

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru