Lumajang, Kabarjelas.com — Suasana hangat menyelimuti sebuah rumah makan di Desa Boreng, Lumajang, Senin (10/11/2025). Di sana, puluhan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lumajang duduk melingkar bersama Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi — sosok yang akrab disapa Bang Pur.
Dialog itu bukan sekadar temu ramah. Bang Pur datang membawa ajakan serius: memperkuat sinergi antara parlemen dan insan pers demi memperbaiki wajah pendidikan Indonesia.
“Saya minta tolong kepada teman-teman wartawan, bantu kami dengan data dan temuan di lapangan. Saat ini Komisi X sedang menginisiasi amandemen Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas),” ujarnya.
Menurutnya, wartawan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan realitas masyarakat. Data dan cerita yang mereka kumpulkan setiap hari bisa menjadi bahan penting dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Related Posts:
“Masukan dari rekan-rekan pers akan memperkaya perspektif kami. RUU Sisdiknas ini tidak boleh hanya jadi produk administratif, tapi harus menjawab kebutuhan zaman dan menghadirkan keadilan dalam pendidikan,” tegas politisi asal Jember-Lumajang itu.
Bang Pur juga menekankan bahwa revisi UU Pendidikan merupakan wujud komitmen DPR untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok negeri.
Sementara itu, Ketua PWI Lumajang, Mujibul Khoir atau yang akrab disapa Gus Khoir, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menilai Bang Pur termasuk anggota DPR yang konsisten turun ke masyarakat dan memperjuangkan isu pendidikan secara nyata.
“Bang Pur bukan hanya rajin menyapa konstituen, tapi juga punya komitmen kuat terhadap dunia pendidikan. Itu yang membuat kami di PWI Lumajang siap menjadi mitra strategis dalam memperkuat kualitas data dan informasi pendidikan di daerah,” ujarnya.
Gus Khoir menutup pertemuan itu dengan pesan reflektif: pendidikan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa — termasuk insan pers yang setiap hari merekam denyut kehidupan masyarakat. (Rohmat)



















