Jember, Kabarjelas.com — Suasana Sabtu sore di Jember terasa hangat ketika Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi, memperkenalkan Bang Pur Award sebagai wadah penghargaan bagi para tokoh dan mahasiswa berprestasi. Bukan sekadar acara seremonial, ajang ini menjadi ruang untuk merayakan dedikasi dan perjalanan panjang para kader yang pernah mengharumkan nama Golkar.
Di hadapan para undangan, Purnamasidi membuka acara dengan menyinggung kembali jejak para senior Golkar yang telah meletakkan dasar kuat bagi partai. Menurutnya, masa kejayaan Golkar tidak datang tiba-tiba. Ada kerja keras, pengorbanan, dan komitmen yang ditanam generasi pendahulu. Nilai-nilai itu, katanya, tidak boleh hilang begitu saja.
“Para sepuh telah membuktikan bahwa loyalitas dan ketekunan mampu membawa partai besar ke titik yang membanggakan,” ujar Purnamasidi. Ia menekankan bahwa estafet kepemimpinan hanya akan berjalan mulus bila generasi baru mengenal dan merawat nilai tersebut.
Meski situasi politik hari ini jauh berbeda dibandingkan lima atau sepuluh tahun lalu, ia menyebut semangat juang para pendahulu harus tetap hidup. Perubahan zaman tidak boleh memadamkan api perjuangan, tetapi justru menjadi alasan untuk memperkuat diri.
Ia kemudian mengaitkan pesan itu dengan langkah Golkar menghadapi kontestasi politik mendatang. Konsolidasi internal, menurutnya, harus diperkuat sehingga Golkar dapat bersaing lebih solid dalam Pemilu. “Dengan kerja kolektif yang rapi, kami yakin Golkar bisa meningkatkan perolehan suara dan kembali merebut momentum besar,” tegasnya.
Dari Tradisi Lama Menuju Agenda Baru
Bang Pur Award hadir sebagai bentuk penghargaan, namun Purnamasidi ingin menjadikannya lebih dari sekadar kegiatan tahunan. Ia membayangkan ajang ini tumbuh menjadi tradisi yang merawat kedekatan antargenerasi. Tidak hanya memberi panggung bagi kader senior, tetapi juga membuka ruang apresiasi bagi tokoh masyarakat dan generasi muda yang berkarya.
“Siapa pun yang membawa manfaat bagi publik patut diapresiasi. Bukan soal umur, bukan soal jabatan. Yang paling penting adalah dampaknya,” ucapnya.
Karena itu, ia menegaskan edisi berikutnya akan melibatkan lebih banyak sosok dari luar lingkar partai. Mahasiswa inovatif, penggerak sosial, hingga tokoh lokal yang selama ini bekerja senyap untuk masyarakat akan diberi perhatian lebih.
Dalam kesempatan yang sama, Purnamasidi menyinggung dinamika Pilkada yang ikut berubah. Menurutnya, pergeseran mekanisme pemilihan kepala daerah akan mempengaruhi cara partai menyusun strategi. Salah satu hal yang ia tekankan adalah pentingnya Golkar memperkuat posisi dengan menambah jumlah kursi DPR.
Related Posts:
Ia menyebut target sepuluh kursi sebagai syarat minimal untuk menjaga pengaruh partai dalam menentukan arah dukungan. Baginya, keputusan politik tidak hanya ditentukan oleh popularitas calon, tetapi juga kekuatan internal yang solid.
Bahkan ia menilai ketua partai merupakan figur paling logis untuk diusung pada Pilkada mendatang. Ketua dianggap sebagai simbol kesepakatan internal sekaligus representasi paling utuh dari suara Golkar.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan bagi para tokoh dan mahasiswa yang dipilih berdasarkan kontribusi mereka di bidang sosial, pendidikan, dan kreativitas. Purnamasidi menyerahkan penghargaan satu per satu, sambil sesekali berbincang ringan dengan para penerima penghargaan.
Melalui Bang Pur Award, ia berharap hubungan antargenerasi semakin erat dan semangat kolektif terus terjaga. Bagi Purnamasidi, Golkar bukan sekadar mesin politik, tetapi rumah besar yang kuat karena warisan nilai dan kerja nyata para kadernya.
“Sejarah sudah memberi kita fondasi. Tugas kita adalah merawatnya, memperkuatnya, dan membawanya ke masa depan,” tutupnya.



















