Muhamad Nur Purnamasidi: 4 Pilar MPR RI Adalah Konstitusi Hidup dalam Berdemokrasi

Jember,kabarjelas.com– Wakil Sekretaris Fraksi MPR RI dari Partai Golongan Karya (Golkar), H. Muhamad Nur Purnamasidi, menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bertajuk “Refleksi Kebangsaan: Meneguhkan Nilai-Nilai 4 Pilar MPR RI sebagai Konstitusi Kehidupan Bernegara yang Demokratis” di Ballroom Aston Jember, Senin (9/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti berbagai elemen masyarakat dan menjadi ruang refleksi bersama mengenai sejauh mana nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dihidupi dalam praktik demokrasi sehari-hari.

Dalam orasi kebangsaannya, tokoh yang akrab disapa Bang Pur menekankan bahwa demokrasi tidak boleh berjalan tanpa nilai. Menurutnya, demokrasi yang tercerabut dari Pancasila dan UUD 1945 berisiko berubah menjadi kebebasan yang liar dan memecah belah.

“Empat Pilar bukan sekadar dokumen historis. Ia adalah konstitusi hidup. Dalam berpendapat, berpolitik, dan bermasyarakat, 4 Pilar menjadi penuntun agar demokrasi tetap beradab, sejuk, dan mempersatukan,” tegas Bang Pur.

Ia menambahkan, refleksi kebangsaan menjadi penting di tengah derasnya arus demokrasi modern dan digital, yang kerap menghadirkan polarisasi serta degradasi etika publik.

Dalam pemaparannya, H. Muhamad Nur Purnamasidi menyoroti tiga prinsip utama sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Pertama, kedaulatan rakyat harus bermuara pada kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan UUD 1945. Kedua, etika bernegara harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai filter terhadap pengaruh budaya luar yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa. Ketiga, keadilan sosial menjadi prasyarat mutlak bagi kokohnya persatuan dalam bingkai NKRI.

Sesi dialog berlangsung dinamis. Peserta menyampaikan kegelisahan terkait tantangan demokrasi di era digital, termasuk menurunnya adab dalam perbedaan pilihan politik. Menanggapi hal tersebut, Bang Pur menegaskan bahwa ukuran kematangan demokrasi bukan terletak pada kerasnya perbedaan, melainkan pada kemampuan masyarakat menghormati perbedaan sebagai kekayaan bangsa.

“Golkar melalui Fraksi MPR RI berkomitmen terus merawat dan memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan ini. Demokrasi Indonesia harus menjadi demokrasi yang mendidik, beretika, dan memanusiakan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadi agen penguat nilai-nilai 4 Pilar MPR RI di lingkungan masing-masing, sebagai upaya membangun kehidupan bernegara yang harmonis, berkeadilan, dan demokratis.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru