Lumajang, kabar Jelas- Keberagaman bukanlah ancaman bagi Indonesia, melainkan kekuatan yang harus dirawat dengan kesadaran kolektif. Pesan inilah yang ditekankan Anggota MPR RI Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), H. Muhamad Nur Purnamasidi, dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama KB Fatayat NU Kabupaten Lumajang, Kamis (26/12/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Menanamkan Nilai Luhur Bangsa di Tengah Keberagaman Masyarakat” ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, kader perempuan Fatayat NU, hingga kelompok pemuda. Sosialisasi tersebut menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya nilai-nilai dasar kebangsaan sebagai perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pemaparannya, Muhamad Nur Purnamasidi—yang akrab disapa Bang Pur—menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia tidak boleh dibiarkan tanpa fondasi nilai yang kuat. Di sinilah Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika berperan sebagai kompas kebangsaan.
“Keberagaman bukan beban sejarah, tetapi anugerah. Namun anugerah ini hanya akan menjadi kekuatan jika nilai-nilai luhur bangsa ditanamkan sejak dari cara berpikir. Pancasila adalah titik temu—kalimatun sawa—yang menyatukan semua perbedaan,” ujar Bang Pur.
Ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau hafalan seremonial, melainkan pedoman hidup yang harus hadir dalam sikap sosial sehari-hari. Tanpa internalisasi nilai Pancasila, perbedaan berpotensi berubah menjadi sekat sosial yang memicu konflik.
Lebih lanjut, Bang Pur menguraikan beberapa strategi penting dalam memperkuat nilai luhur bangsa di tingkat akar rumput. Menurutnya, keteladanan sosial dari para tokoh masyarakat menjadi kunci utama agar nilai gotong royong dan toleransi tidak hanya menjadi slogan. Selain itu, pendidikan karakter dalam keluarga dan sekolah harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki fondasi moral yang kokoh.
Ia juga menyoroti pentingnya dialog antar-kelompok sebagai ruang untuk merawat kebinekaan. “Prasangka lahir dari jarak. Dialog adalah jembatan untuk saling memahami,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari Partai Golkar, Bang Pur menegaskan komitmen Fraksi Golkar di MPR RI untuk terus menjadikan pembangunan karakter bangsa sebagai prioritas utama. Menurutnya, kemajuan ekonomi dan stabilitas politik tidak akan bertahan lama tanpa harmoni sosial yang dibangun di atas nilai luhur bangsa.
“Kami meyakini bahwa menanamkan nilai luhur bangsa adalah investasi jangka panjang. Stabilitas nasional dan masa depan Indonesia yang damai hanya bisa dicapai jika masyarakatnya kokoh secara ideologis dan harmonis dalam keberagaman,” tambahnya.
Acara berlangsung dinamis dan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan keprihatinan atas mulai lunturnya budaya gotong royong dan sikap saling menyapa, terutama di wilayah perkotaan. Menanggapi hal tersebut, Bang Pur mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat semakin kuat bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa, selama nilai-nilai luhur Indonesia tetap menjadi landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


















