Bang Pur Tegaskan 4 Pilar MPR RI sebagai Penunjuk Arah Moral Generasi Z di Tengah Disrupsi Digital

Lumajang,kabarjelas.com– Derasnya arus digitalisasi dan pergeseran nilai sosial menjadi tantangan serius bagi generasi muda Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota MPR RI Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), H. Muhamad Nur Purnamasidi, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang menyasar mahasiswa penerima KIP Kuliah Jalur Aspirasi, di Aula Saujana, Kabupaten Lumajang, Jumat (27/12/2025).

Mengusung tema “Menjadikan Empat Pilar MPR RI sebagai Pemandu Moral Generasi Z”, kegiatan ini menegaskan bahwa kecakapan akademik saja tidak cukup. Mahasiswa, sebagai calon pemimpin masa depan, dituntut memiliki karakter kebangsaan yang kokoh agar tidak tercerabut dari jati diri bangsa di tengah pusaran globalisasi.

Dalam pemaparannya, legislator yang akrab disapa Bang Pur menempatkan mahasiswa sebagai aktor strategis penjaga nilai konstitusi. Menurutnya, mahasiswa penerima KIP Kuliah memikul tanggung jawab moral lebih besar karena pendidikan mereka dibiayai negara melalui amanat konstitusi.

“Kalian bukan sekadar penerima beasiswa. Kalian adalah investasi bangsa. Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus hidup dalam sikap, bukan berhenti di hafalan,” tegas Bang Pur di hadapan para mahasiswa.

Ia menekankan bahwa Generasi Z akan menjadi intellectual leader, penentu arah bangsa di masa depan. Karena itu, keputusan-keputusan yang diambil—baik di dunia nyata maupun ruang digital—harus berpijak pada nilai luhur kebangsaan.

Bang Pur juga menyoroti realitas banjir informasi di era media sosial yang kerap memicu degradasi etika, polarisasi, hingga lunturnya nasionalisme. Dalam konteks ini, Empat Pilar MPR RI dinilainya relevan sebagai sistem navigasi moral generasi muda.

Ia menjelaskan, Pancasila berfungsi sebagai filter ideologi dan budaya asing yang tidak sejalan dengan kepribadian bangsa. UUD 1945 menjadi koridor hukum agar kebebasan berekspresi tetap bertanggung jawab. Sementara NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi persatuan agar perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan, khususnya di ruang digital.

“Kampus dan media sosial seharusnya menjadi ruang dialektika yang sehat, bukan arena saling meniadakan. Di sinilah peran mahasiswa sebagai penjaga nalar dan etika publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bang Pur menegaskan bahwa pengawalan KIP Kuliah Jalur Aspirasi merupakan wujud nyata implementasi sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan potensi anak bangsa terhambat hanya karena faktor ekonomi.

“Golkar konsisten membangun sumber daya manusia. Tapi kita tidak ingin melahirkan sarjana yang hanya cerdas secara akademik, namun rapuh secara ideologi. KIP Kuliah adalah jembatan pendidikan, sedangkan Empat Pilar adalah jangkar moralnya,” tambahnya.

Sesi dialog berlangsung hangat dan reflektif. Sejumlah mahasiswa mengangkat isu demokrasi digital, etika bermedia sosial, hingga peran generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka kesadaran baru bahwa mencintai bangsa tidak selalu diwujudkan dengan simbol, tetapi melalui prestasi, adab, dan tanggung jawab sosial.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama para mahasiswa untuk menjadi Duta Empat Pilar di lingkungan kampus masing-masing. Melalui sosialisasi ini, H. Muhamad Nur Purnamasidi berharap Generasi Emas Indonesia 2045 kelak lahir sebagai generasi yang unggul secara intelektual, dewasa secara moral, dan teguh dalam ideologi kebangsaan.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru