Navigasi Kebangsaan: H. Muhamad Nur Purnamasidi Jadikan Empat Pilar MPR RI Kompas Hadapi Tantangan Global

Lumajang, kabarjelas.com – Di tengah ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik, tekanan ekonomi dunia, hingga percepatan revolusi teknologi, bangsa Indonesia dituntut memiliki arah yang jelas agar tidak kehilangan jati diri. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SLB Pelangi Kasih, Lumajang, Senin (29/12/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Navigasi Kebangsaan: Menjadikan Empat Pilar MPR RI sebagai Panduan Menghadapi Tantangan Global” ini bertujuan membekali masyarakat dengan pemahaman ideologi yang kokoh sebagai instrumen menjaga kedaulatan, identitas, dan martabat bangsa di tengah arus perubahan dunia.

Dalam pemaparannya, Muhamad Nur Purnamasidi—yang akrab disapa Bang Pur—menegaskan bahwa tantangan global dewasa ini tidak lagi berbentuk ancaman fisik semata, melainkan perang gagasan, penetrasi ideologi, serta pelemahan karakter bangsa. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai kapal besar yang membutuhkan sistem navigasi akurat agar tetap berada di jalur yang benar.

“Dunia bergerak sangat cepat. Tanpa navigasi yang jelas, kita mudah terseret arus kepentingan asing. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah peta dan kompas kita agar Indonesia tetap berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat,” tegas Bang Pur.

Ia menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI harus dikontekstualisasikan dalam menjawab tantangan zaman. Pancasila, menurutnya, berfungsi sebagai filter ideologis terhadap paham-paham transnasional yang tidak sejalan dengan kepribadian bangsa. Sementara UUD NRI Tahun 1945 menjadi landasan utama dalam menjaga kedaulatan hukum dan ekonomi agar kebijakan nasional tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Bang Pur juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah kompetisi global. Ia mengingatkan bahwa semangat NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat agar persaingan ekonomi, politik, dan teknologi tidak justru memicu konflik dan perpecahan di dalam negeri.

Lebih lanjut, legislator Partai Golkar ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam perubahan global, tetapi tampil sebagai pelaku aktif dengan membawa identitas Indonesia. Nilai gotong royong, toleransi, dan keramahtamahan bangsa, menurutnya, merupakan soft power Indonesia yang memiliki daya tawar tinggi di mata dunia.

“Ketika kita percaya diri dengan identitas bangsa sendiri, saat itulah Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat di tingkat internasional. Navigasi kebangsaan ini harus dimulai dari cara berpikir kita sendiri,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Masyarakat tampak antusias berdiskusi mengenai isu strategis seperti kedaulatan pangan, energi, dan pelestarian budaya lokal, yang dibahas melalui perspektif Empat Pilar MPR RI sebagai kompas menghadapi tantangan global.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru