Lumajang kabarjelas.com-Menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab seluruh elemen rakyat melalui penguatan kesadaran berbangsa. Hal inilah yang mendasari Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, dalam menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema: “Harmoni Indonesia: Sinergi Masyarakat dalam Menjaga Kedaulatan NKRI melalui Pemahaman Empat Pilar.” Lumajang 29 Desember 2025 .
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan warga yang berkomitmen menjaga persatuan di akar rumput.
Sinergi adalah Kunci Kedaulatan
Dalam orasinya, tokoh yang akrab disapa Bang Pur ini menegaskan bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada harmoni dan gotong royong. Ia menyampaikan bahwa ancaman terhadap kedaulatan saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berupa upaya adu domba yang dapat merusak tenun kebangsaan.
“Kedaulatan NKRI adalah harga mati. Namun, kedaulatan itu hanya bisa kita pertahankan jika ada sinergi yang kuat antarwarga. Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—adalah perekat yang memastikan sinergi itu tetap berjalan dalam satu harmoni,” ujar Nur Purnamasidi.
Empat Pilar sebagai Instrumen Harmoni
Bang Pur menjelaskan bagaimana pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar dapat menciptakan stabilitas nasional:
• Pancasila: Sebagai pemersatu hati dan pikiran seluruh rakyat Indonesia yang beragam.
• UUD NRI Tahun 1945: Sebagai pemberi kepastian hukum dan keadilan bagi setiap warga negara.
• NKRI: Sebagai wadah kedaulatan yang harus dijaga dari segala bentuk ancaman disintegrasi.
Related Posts:
• Bhinneka Tunggal Ika: Sebagai semangat untuk saling menghargai, sehingga perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan sumber kekuatan.
Membangun Ketahanan Nasional dari Lingkungan Terkecil
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Ia mendorong peserta untuk aktif menjadi penengah dan pembawa pesan damai di lingkungannya masing-masing.
“Jika di setiap desa, di setiap lingkungan, masyarakatnya rukun dan memahami hak serta kewajibannya sebagai warga negara, maka secara otomatis ketahanan nasional kita akan menjadi sangat kuat. Itulah harmoni Indonesia yang sesungguhnya,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan deklarasi bersama untuk terus menjaga kondusivitas wilayah dan setia pada nilai-nilai luhur bangsa. Masyarakat yang hadir mengapresiasi langkah nyata H. Muhamad Nur Purnamasidi yang secara konsisten turun ke bawah untuk menyalakan kembali semangat nasionalisme di tengah-tengah warga.


















