Bentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Digital, Muhamad Nur Purnamasidi Bumikan Empat Pilar MPR RI

Jember, kabarjelas.com– Derasnya arus informasi di era digital membawa peluang besar sekaligus tantangan serius bagi jati diri bangsa. Menyikapi realitas tersebut, Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di halaman STKIP Muhammadiyah, Jember, Selasa (31/12/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Garda Bangsa di Era Digital: Membumikan Nilai-Nilai Empat Pilar MPR RI bagi Generasi Muda” ini secara khusus menyasar mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan sebagai generasi penerus sekaligus penjaga masa depan Indonesia.
Dalam paparannya, Muhamad Nur Purnamasidi—yang akrab disapa Bang Pur—menegaskan bahwa ruang digital saat ini tidak hanya menjadi sarana interaksi, tetapi juga medan pertarungan ideologi. Hoaks, ujaran kebencian, hingga paham radikal dengan mudah menyusup dan berpotensi menggerus nasionalisme generasi muda.
“Di era digital ini, Empat Pilar harus menjadi kompas moral. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi operating system dalam cara berpikir anak muda saat bermedia sosial,” tegas Bang Pur.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh berjalan tanpa nilai. Menurutnya, kecanggihan digital justru harus memperkuat etika, persatuan, dan rasa cinta tanah air.
“Generasi muda adalah pemilik masa depan Indonesia. Jari-jemari kalian harus dibimbing oleh nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai teknologi maju, tetapi karakter dan persatuan kita justru mundur,” ujarnya di hadapan peserta.
Dalam sosialisasi tersebut, Bang Pur memaparkan sejumlah strategi untuk membumikan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi Z dan milenial. Di antaranya dengan menjadikan nilai luhur bangsa sebagai filter konten sebelum membagikan informasi, mendorong kreativitas berbasis nasionalisme melalui konten positif tentang keberagaman Indonesia, serta menanamkan kesadaran akan kedaulatan digital sebagai bagian dari menjaga keutuhan NKRI di ruang maya.
Ia juga menegaskan bahwa menyongsong Indonesia Emas 2045, bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan jika dibarengi fondasi kebangsaan yang kokoh. Tanpa itu, keunggulan jumlah penduduk usia produktif justru berpotensi berubah menjadi beban sosial.
“Kita ingin mencetak generasi yang mahir teknologi, cerdas secara digital, tetapi tetap rendah hati dan cinta tanah air. Inilah makna menjadi Garda Bangsa di era digital,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif. Para peserta diajak merumuskan langkah konkret untuk mengampanyekan pesan perdamaian, toleransi, dan persatuan melalui platform media sosial masing-masing, sebagai kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru