Jember, kabarjelas.com – Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jember dinilai masih belum tergarap secara maksimal. Hal ini disampaikan oleh anggota DPR RI Komisi 10, Muhamad Nur Purnamasidi atau yang akrab disapa Bang Pur, saat membuka Pelatihan Strategi Pemasaran Produk UMKM yang digelar di Hotel Royal, Jember, Sabtu malam (28/6/2025).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Komisi 10 DPR RI dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut diikuti oleh sekitar 70 peserta pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Bang Pur menyoroti berbagai persoalan yang selama ini menghambat perkembangan UMKM di Jember. Menurutnya, meskipun jumlah pelaku UMKM di Jember cukup besar, namun potensi lokal belum tergarap secara maksimal.
“UMKM kita selama ini lebih banyak memasarkan produk dari luar kabupaten. Produk khas Jember belum bisa dijadikan mainstream yang benar-benar diandalkan untuk mengangkat ekonomi lokal,” tegas Bang Pur.
Ia berharap, melalui kolaborasi dengan BRIN, potensi yang selama ini belum dikembangkan secara optimal bisa dianalisis lebih dalam, dan para pelaku UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar mampu bersaing dan memperluas pasar.
Related Posts:
“Saya ingin BRIN hadir untuk mengurai persoalan UMKM Jember, memberi solusi, dan menjadi pendamping strategis bagi para pelaku usaha di sini. Kita tidak ingin Jember hanya jadi pasar produk luar. Jember harus bisa bangkit dengan kekuatan produknya sendiri,” lanjutnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Agus Raden Sampurna, perwakilan BRIN yang hadir sebagai instruktur pelatihan. Agus memaparkan beberapa strategi pemasaran UMKM yang efektif, mulai dari penguatan brand lokal, inovasi produk, pengemasan yang menarik, hingga pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi yang lebih luas dan terukur.
Dalam sesi diskusi, para peserta juga aktif bertanya tentang cara memasarkan produk dengan biaya rendah namun berdampak besar, serta bagaimana menghadapi persaingan dengan produk-produk dari luar daerah.
Bang Pur menegaskan bahwa pendampingan UMKM harus menjadi program berkelanjutan, agar pelaku usaha kecil tidak hanya tumbuh, tapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
“Kita ingin UMKM Jember naik kelas. Tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga mampu menjadi pemain utama di pasar, baik lokal maupun nasional,” pungkasnya.



















