Kabarjelas.com, Lumajang. Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhammad Nur Purnamasidi, mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa agar memberikan berkomitmen serupa dengan sektor ekonomi di bidang Pendidikan.
Menurutnya, upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat tidak lepas dari perbaikan kualitas sumber daya manusianya. Dan Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan dalam kebijakan fiskal negara.
“Sesungguhnya pendidikan adalah investasi paling menguntungkan bagi suatu bangsa. Sebagaimana Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama membangun tatanan bangsa yang utuh,” ujarnya saat dikonfirmasi Kabarjelas.com disela-sela kunjungan kerja di Lumajang, Sabtu (13/9/2025).
Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Bang Pur ini menilai perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan masih belum signifikan. Padahal, pendidikan telah menjadi salah satu janji kemerdekaan yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 dan diperkuat melalui ketentuan mandatory spending dalam penggunaan Anggaran Pendidikan.
“Faktanya, alokasi anggaran pendidikan masih berada di bawah ketentuan mandatory spending. Hal ini perlu mendapat perhatian serius,” tegasnya.
Related Posts:
Ia menambahkan, pembangunan manusia melalui pendidikan adalah fondasi keberhasilan pembangunan ekonomi nasional. Tanpa sumber daya manusia yang unggul, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan berkelanjutan.
“Kami mendorong Menkeu Purbaya untuk segera meninjau kembali prioritas alokasi anggaran agar pendidikan mendapat porsi yang semestinya. Hal ini sejalan dengan pandangan Ibnu Khaldun yang menilai pendidikan sebagai upaya meningkatkan standar hidup masyarakat,” lanjutnya.
Bang Pur juga menekankan, pendidikan bukan hanya kewajiban hukum negara, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang, terutama dalam rangka mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyita perhatian publik usai menyampaikan rencana mengambil langkah strategis untuk memperbaiki fiskal demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu langkahnya adalah mengalokasikan dana hingga Rp200 triliun kepada sejumlah bank milik negara. Tiga bank besar, yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI, masing-masing mendapat Rp55 triliun. Sementara BTN menerima Rp25 triliun dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp10 triliun.


















