Komisi X DPR RI Prihatin, Usulan Penambahan Anggaran Kemendikdasmen 2026 Hanya Naik Rp 400 Miliar

Jakarta,Kabarjelas.com. Sejumlah anggota Komisi X DPR RI mengaku prihatin atas alokasi pagu anggaran definitif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang hanya ditetapkan sebesar Rp55,4 triliun dalam RAPBN 2026.

Keprihatinan itu disampaikan para anggota Komisi X saat rapat kerja bersama Kemendikdasmen di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pihaknya dapat menerima tambahan anggaran Rp400 miliar tersebut, tetapi tidak berhenti memperjuangkan penambahan lebih besar.

“Saya menggarisbawahi, kalau Kapoksi Fraksi Partai Golkar bisa menerima tambahan Rp400 miliar ini. Tapi saya tidak bisa menerima kalau kita diam dan tidak berjuang lagi,” tegas Hetifah sebagaimana dilansir dari live streaming TV Parlemen.

Sejalan dengan Hetifah, anggota Komisi X dari Fraksi PDI-P, NasDem, PKB, PKS, PAN, Demokrat, dan Gerindra juga menyampaikan kekecewaannya. Mereka menilai penambahan anggaran sebesar 0,7 persen itu tidak sebanding dengan kebutuhan dunia pendidikan.

“Kalau mau dibilang kecewa, ya saya kecewa, Pak. Karena pekerjaan rumah kita di dunia pendidikan ini sangat banyak dan butuh waktu sangat cepat untuk mengatasi”, ungkap Lalu Hadrian, anggota Komisi X dari Fraksi PKB.

Padahal, dalam rapat kerja sebelumnya pada 3 September 2025, Komisi X DPR RI bersama Kemendikdasmen telah menyepakati untuk mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp52,9 triliun. Namun, dalam Rapat Panja Belanja Pemerintah Pusat pada 11 September 2025, yang disetujui hanya Rp400 miliar.

Dengan demikian, alokasi definitif Kemendikdasmen untuk tahun anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp55,4 triliun.

“Pada intinya, semua fraksi menyetujui pagu anggaran definitif ini “sementara”. Kayaknya memang semua pakai kata “sementara”, meskipun statusnya sudah definitif,” ujar Hetifah sembari berharap masih ada tambahan anggaran sebelum pengesahan APBN 2026.

Suasana rapat sempat mencair ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga menjawab “setuju sementara” saat diminta pendapat pada menyampaikan kesimpulan oleh Hetifah.

Padahal, sebelumnya salah satu Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi sempat mengingatkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa agar memberikan perhatian lebih di sektor pendidikan.

Menurutnya, Investasi dibidang pendidikan akan jauh lebih menguntungkan untuk masa depan bangsa. “Kami mendorong Menkeu Purbaya untuk segera meninjau kembali prioritas alokasi anggaran agar pendidikan mendapat porsi yang semestinya. Hal ini sejalan dengan pandangan Ibnu Khaldun yang menilai pendidikan sebagai upaya meningkatkan standar hidup masyarakat”, ujar Bang Pur.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru