Jember, Kabarjelas.com – Hingga 31 Oktober 2025, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember tercatat baru mencapai 50 persen. Padahal, waktu yang tersisa menuju akhir tahun anggaran tinggal dua bulan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran atas efektivitas pelaksanaan program dan capaian pembangunan daerah.
Menurut data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember, dari total APBD 2025 yang mencapai triliunan rupiah, baru separuhnya yang terealisasi. Angka tersebut dinilai jauh dari ideal, mengingat pada triwulan keempat biasanya serapan anggaran sudah berada di atas 70 persen.
Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) diketahui masih belum maksimal dalam menjalankan program kerja yang sudah direncanakan sejak awal tahun. Sejumlah proyek fisik pun disebut belum sepenuhnya berjalan karena terkendala proses lelang, perencanaan teknis, maupun faktor administratif.
Kepala BPKAD Jember menyebutkan, pemerintah daerah saat ini tengah berupaya mempercepat proses realisasi anggaran melalui monitoring dan evaluasi berkala. “Kami mendorong setiap OPD agar mempercepat pelaksanaan kegiatan tanpa mengabaikan aspek akuntabilitas. Semua harus tetap sesuai aturan dan transparan,” ujarnya.
Namun, sejumlah kalangan menilai bahwa rendahnya serapan APBD menunjukkan lemahnya koordinasi antarlembaga dan perencanaan kegiatan di awal tahun. Akibatnya, pelaksanaan anggaran baru bergerak cepat di penghujung tahun.
Related Posts:
“Ini pola klasik yang selalu berulang. Ketika perencanaan tidak matang, maka pelaksanaan tersendat, dan dampaknya masyarakat yang dirugikan karena proyek terlambat selesai,” kata salah satu pengamat kebijakan publik di Jember.
Dampak rendahnya serapan anggaran tidak hanya pada tertundanya pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan dan fasilitas publik, tetapi juga menurunnya perputaran ekonomi daerah. Dana pemerintah yang seharusnya menggerakkan sektor usaha dan tenaga kerja justru mengendap di kas daerah.
Menjelang akhir tahun, pemerintah Kabupaten Jember diharapkan segera melakukan langkah percepatan dengan mengoptimalkan belanja langsung, mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, serta memastikan proyek-proyek prioritas dapat selesai tepat waktu.
“Dua bulan terakhir harus digunakan seefisien mungkin. Jangan sampai kegiatan dikebut di akhir tahun tanpa pengawasan yang baik, karena itu justru berpotensi menimbulkan masalah baru,” tambah pengamat tersebut.
Meski demikian, Pemkab Jember menyatakan tetap optimistis dapat meningkatkan realisasi anggaran hingga mendekati target pada akhir Desember mendatang. Sejumlah program strategis, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, disebut akan menjadi prioritas utama dalam percepatan serapan.

















