Sukorambi, kabarjelas.com — Komitmen mendorong akses pendidikan bagi kader Nahdlatul Ulama kembali ditegaskan dalam kegiatan Halal Bihalal MWCNU Sukorambi, Jumat (27/3/2026). Dalam forum tersebut, program KIP Kuliah yang diinisiasi H. Muhammad Nur Purnamasidi menjadi salah satu perhatian utama, sebagai upaya konkret membuka peluang generasi muda NU melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Bertempat di Pondok Pesantren Ratu, Dusun Krajan, Desa Klungkung, kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan. Mengusung tema “Menyatukan Langkah, Memaksimalkan Khidmah,” acara ini dihadiri jajaran pengurus MWCNU serta badan otonom (Banom) di lingkungan Sukorambi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighosah dan sholawat bil qiyam yang berlangsung khusyuk. Para peserta larut dalam doa bersama, memohon keberkahan serta kekuatan dalam menjalankan amanah organisasi.
Usai agenda spiritual, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah santai namun sarat makna. Dalam forum tersebut, para pengurus sepakat untuk meningkatkan kehadiran dan keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan, baik di tingkat MWCNU maupun Banom.
Diskusi juga diisi dengan pemaparan program kerja dari masing-masing bidang. Suasana yang cair membuat forum berlangsung interaktif, dengan berbagai masukan yang mengarah pada penguatan program agar lebih berdampak bagi masyarakat.
Related Posts:
Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, khususnya dalam mendukung pendidikan kader NU. Program KIP Kuliah dari H. Muhammad Nur Purnamasidi dinilai sebagai peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Ini menjadi kesempatan besar bagi kader NU untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kita dorong agar program ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” ujar salah satu pengurus MWCNU dalam forum tersebut.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Banom NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, dan IPPNU yang dinilai aktif serta mampu berkiprah hingga tingkat PCNU Jember. Keaktifan mereka menjadi indikator berkembangnya kaderisasi NU di wilayah Sukorambi.
Di penghujung acara, semangat kebersamaan semakin terasa dengan adanya penggalangan dana untuk membantu korban kebakaran, yakni rumah milik salah satu pengurus Fatayat Ranting Klungkung. Bantuan yang terkumpul menjadi wujud nyata solidaritas sosial warga NU.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Ramadan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, dan memaksimalkan khidmah demi kemajuan Nahdlatul Ulama di Sukorambi.


















