LUMAJANG, Kabarjelas.com – Anggota Komisi X DPR RI, Muhamad Nur Purnamasidi, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi metode yang tidak tergantikan dalam sistem pendidikan saat ini. Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan pemerintah yang membatalkan wacana pembelajaran online terkait isu penghematan energi.
Menurut Purnamasidi, proses belajar di kelas tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang membentuk karakter dan keterampilan siswa secara menyeluruh.
Related Posts:
Ia menilai, pembelajaran tatap muka memberikan pengalaman yang lebih utuh karena melibatkan interaksi langsung antara guru dan peserta didik, sesuatu yang sulit digantikan oleh sistem daring.
“Sekolah tatap muka memberikan dampak yang lebih komprehensif, tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan keterampilan siswa,” ujarnya.
Dalam pandangannya, pendidikan tidak bisa semata-mata dipertimbangkan dari sisi efisiensi, termasuk dalam konteks penghematan energi. Ia menekankan bahwa kualitas pembelajaran harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pendidikan.
Purnamasidi juga mengingatkan bahwa proses pendidikan idealnya mampu mengembangkan tiga ranah belajar sebagaimana dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menurutnya, ketiga aspek tersebut lebih optimal dicapai melalui pembelajaran tatap muka.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menegaskan tidak ada kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai dampak konflik di Timur Tengah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa kebijakan penghematan energi melalui skema Work From Home (WFH) hanya berlaku bagi aparatur sipil negara non pelayanan dasar.
Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dilaksanakan secara tatap muka seperti biasa.
Purnamasidi pun mengapresiasi sikap pemerintah tersebut. Ia menilai keputusan itu menunjukkan keberpihakan pada kualitas pendidikan serta komitmen untuk menjaga proses belajar tetap berjalan optimal.
Menurutnya, menjaga keberlangsungan pembelajaran tatap muka merupakan langkah penting agar pendidikan tidak kehilangan esensi utamanya sebagai proses pembentukan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara seimbang.


















