Jember,kabarjelas.com – Majelis Kehormatan Partai Gerindra resmi menjadwalkan sidang terhadap , Jumat (15/5/2026) pukul 14.00 WIB. Sidang tersebut digelar menyusul viralnya video yang memperlihatkan legislator muda DPRD Jember itu diduga bermain gim sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP) membahas stunting dan layanan kesehatan masyarakat.
Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, , membenarkan agenda pemeriksaan tersebut. Ia menyebut sidang akan dilaksanakan di Ruang Sidang Majelis Kehormatan atau Mahkamah Partai Gerindra dan dipimpin langsung olehnya.
“Sidang akan saya pimpin langsung selaku Ketua Majelis Kehormatan atau Mahkamah Partai. Adapun putusan akan dikeluarkan hari ini juga,” ujar Habiburokhman.
Pemanggilan terhadap Achmad Syahri dilakukan setelah video rapat Komisi D DPRD Jember beredar luas di media sosial dan menuai kecaman publik. Dalam rekaman tersebut, politisi Gerindra dapil 6 Jember itu tampak memainkan gim di telepon genggam yang diduga Clash of Clans (COC), sambil memegang rokok ketika rapat berlangsung.
Related Posts:
Forum yang digelar pada Senin (11/5) itu sebenarnya membahas isu serius terkait kesehatan masyarakat. RDP dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta perwakilan 15 puskesmas di Jember.
Sejumlah persoalan strategis dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari stunting, campak, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), hingga pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, aksi Achmad Syahri dinilai publik tidak mencerminkan keseriusan wakil rakyat dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Sorotan terhadap Achmad Syahri semakin besar karena dirinya dikenal sebagai salah satu anggota DPRD termuda di Jember. Ia dilantik pada usia 25 tahun untuk masa jabatan 2024–2029.
Tak hanya itu, nama keluarganya juga kembali menjadi perhatian publik. Achmad Syahri merupakan putra sulung atau Ra Fadil, mantan anggota DPR RI yang pernah viral karena foto dirinya tertidur saat rapat paripurna di Senayan pada 2019 lalu.
Kini, publik menanti hasil sidang Majelis Kehormatan Gerindra yang akan menentukan sikap partai terhadap kadernya tersebut. Kasus ini juga memunculkan perdebatan lebih luas soal etika pejabat publik dan kedisiplinan anggota legislatif dalam menjalankan tugas di forum resmi.
















