Jember, kabarjelascom– Aroma perubahan mulai tercium di tubuh Partai Golkar Kabupaten Jember. Di tengah arus regenerasi yang semakin menguat, muncul satu nama yang menarik perhatian kader dan pengamat politik lokal: Ahmad Sugiono.
Sosok ini bukan pendatang baru di lingkaran politik beringin. Ia dikenal sebagai orang dekat anggota DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, sekaligus Bendahara Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) — salah satu organisasi pendiri Golkar yang berakar kuat di basis konstituen Jawa Timur.
Langkah Sugiono menuju kursi Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Jember dianggap sebagai babak baru dalam upaya memperkuat mesin politik partai di daerah. Di kalangan internal, ia dikenal sebagai figur yang tenang namun gesit, punya kemampuan mengatur ritme organisasi, dan loyal terhadap garis perjuangan partai.
“Golkar di Jember butuh penyegaran, tapi juga butuh figur yang tahu bagaimana mengelola dinamika kader tanpa kehilangan arah. Ahmad Sugiono punya kombinasi itu,” ujar salah satu kader muda yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (1/11/2025).
Related Posts:
Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jember yang digelar baru-baru ini memang berlangsung relatif tenang. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan pergerakan politik yang rapi dan penuh perhitungan. Masuknya Sugiono dalam bursa sekretaris umum bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi memperkuat barisan fungsionaris pasca terpilihnya kembali Karimullah Dahrujiadi sebagai Ketua DPD secara aklamasi.
Pengamat politik lokal menilai, kedekatan Sugiono dengan Purnamasidi bukan hanya hubungan personal, tetapi juga mencerminkan sinergi antara kepentingan daerah dan pusat. “Purnamasidi punya pengaruh strategis di DPP. Jika Sugiono benar menjadi Sekum, itu akan memperkuat komunikasi politik antara Jember dan level nasional,” kata salah satu analis politik kampus di Jember.
Sementara itu, sejumlah kader MKGR di tingkat kabupaten menyatakan dukungan terbuka terhadap pencalonan Sugiono. Mereka menilai, kehadirannya akan menjadi jembatan antara struktur organisasi sayap dan kepengurusan partai yang selama ini berjalan agak terpisah.
“Golkar harus kembali jadi partai yang dinamis dan relevan. Kami butuh orang yang paham lapangan dan loyal terhadap visi besar partai. Ahmad Sugiono salah satunya,” tegas salah satu anggota MKGR Jember.
Kini, mata publik dan internal Golkar Jember tertuju pada langkah politik selanjutnya. Jika arus dukungan terus menguat, bukan tak mungkin Ahmad Sugiono akan menjadi motor penggerak baru dalam tubuh partai berlambang pohon beringin itu — membawa napas segar menuju konsolidasi besar menjelang pemilihan serentak 2029.



















