Jember, KabarJelas.com – Kolaborasi antara Komisi X DPR RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali hadir di Kabupaten Jember. Sabtu, 22 November 2025, tepat pukul 09.00 WIB, puluhan peserta dari berbagai organisasi dan komunitas memenuhi ruang pertemuan Royal Hotel Jember untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Leadership dan Manajemen Organisasi. Suasana sejak awal terasa hangat dan antusias, menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap penguatan kapasitas kelembagaan.
Acara dibuka langsung oleh Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi, atau Bang Pur. Dalam sambutannya, Bang Pur menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kunci bagi organisasi untuk bergerak maju dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia melihat banyak organisasi yang sudah memiliki semangat besar namun masih membutuhkan pendekatan manajerial yang lebih rapi dan terukur.
“Kepemimpinan bukan soal jabatan. Ini soal kemampuan mengelola orang, waktu, visi, dan strategi. Karena itu, ilmu riset dan manajemen dari BRIN harus benar-benar dipahami dan diterapkan oleh masyarakat,” ujar Bang Pur.
Setelah membuka kegiatan secara resmi, Bang Pur menyerahkan cendera mata kepada narasumber utama, Dr. Wihatmoko Waskitoaji, Ketua Tim Fungsi Kementerian/Lembaga di Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM – BRIN.
Related Posts:
Sebagai instruktur, Dr. Wihatmoko membawa materi yang mengalir dan mudah dipahami. Ia menjelaskan bagaimana tantangan kepemimpinan saat ini menuntut organisasi untuk lebih adaptif, transparan, dan siap mengambil keputusan berbasis data. Menurutnya, riset adalah alat penting untuk membantu pemimpin menyusun arah organisasi secara lebih objektif.
Ia memaparkan berbagai aspek yang harus dimiliki pemimpin masa kini: cara mengambil keputusan yang terukur, kemampuan membaca dinamika anggota, mengelola konflik secara produktif, hingga membangun komunikasi internal yang sehat. Peserta diajak melihat contoh-contoh praktis yang dekat dengan kondisi organisasi di daerah, membuat materi terasa relevan dan membumi.
Peserta tampak aktif sejak awal. Mereka mencatat, mengajukan pertanyaan, hingga berbagi pengalaman menghadapi persoalan organisasi. Diskusi berlangsung cair, menghubungkan teori kepemimpinan modern dengan pengalaman nyata di lapangan.
Menurut panitia, tingginya kehadiran peserta menunjukkan bahwa banyak organisasi di Jember yang ingin berkembang dan memperkuat tata kelola internalnya. Pelatihan seperti ini menjadi ruang yang sangat dibutuhkan.


















