60 Kampus Terdampak Bencana di Sumatera, Bang Pur Desak Pemerintah Serius Pulihkan Pendidikan Tinggi

Bang Pur Desak Pemerintah Serius Pulihkan Pendidikan Tinggi
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, mendorong pemerintah agar serius menyiapkan rencana pemulihan jangka menengah dan panjang.

Jakarta, Kabarjelas.com — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyebut banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera menimbulkan dampak serius pada sektor pendidikan tinggi. Sedikitnya 60 perguruan tinggi mengalami kerusakan: 31 kampus di Aceh, 14 kampus di Sumatra Utara, dan 15 kampus di Sumatra Barat.

“Teridentifikasi ada 60 perguruan tinggi yang terdampak banjir dan tanah longsor,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (08/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran kedaruratan sebesar Rp 75.986.474.452 untuk membantu biaya hidup mahasiswa dan dosen sebelum memasuki tahap pemulihan yang mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kampus.

Menanggapi pemaparan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, mendorong pemerintah agar serius menyiapkan rencana pemulihan jangka menengah dan panjang.

Menurutnya, proses pemulihan pascabencana tidak dapat hanya mengandalkan penanganan darurat dalam satu hingga dua bulan, melainkan membutuhkan perencanaan matang, terutama terkait dukungan pembiayaan bagi mahasiswa yang terdampak secara psikologis maupun ekonomi.

“Bolehlah penanggulangan darurat ini hanya 1–2 bulan ke depan, tapi bagaimana 6 bulan bahkan 1 tahun mendatang? Ini yang menurut saya perlu disiapkan dan direncanakan agar para korban benar-benar pulih dan bisa melanjutkan pendidikannya,” ujar Bang Pur, sapaan akrab legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV itu.

Ia juga berharap rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijadwalkan mulai awal 2026 mempertimbangkan seluruh aspek yang berpengaruh pada proses pembelajaran di kampus, termasuk kondisi ekonomi mahasiswa dan dosen.

“Catatan saya kepada Kemendiktisaintek, tahap pemulihan adalah kunci untuk memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sebagai informasi, dari total 60 perguruan tinggi yang terdampak, tercatat 18.824 mahasiswa dan 1.306 dosen ikut merasakan dampak bencana tersebut.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru