WFH Jumat Dongkrak Penumpang Kereta di Daop 9 Jember

Jember, kabarjelas.com- PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat lonjakan jumlah penumpang kereta api setelah pemerintah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat sejak April 2026.

Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, menyebutkan peningkatan terjadi di seluruh wilayah operasional, mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

Menurutnya, kebijakan WFH tersebut bertujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Dampaknya, masyarakat mulai beralih ke moda transportasi umum yang dinilai lebih efisien dan ramah energi.

“Penerapan WFH setiap Jumat tidak mengubah pola perjalanan secara signifikan, namun justru kami melihat adanya peningkatan jumlah penumpang,” ujarnya.

Data KAI menunjukkan, sebelum kebijakan diberlakukan, rata-rata penumpang harian di wilayah Daop 9 mencapai sekitar 8.300 orang. Setelah WFH diterapkan, angka tersebut naik menjadi sekitar 8.600 penumpang per hari.

Lonjakan juga terlihat pada pergerakan penumpang hari Kamis. Pada 9 April 2026 tercatat 16.471 penumpang naik dan turun, kemudian meningkat menjadi 17.335 penumpang pada 16 April, serta 17.331 penumpang pada 23 April.

Secara keseluruhan, terjadi kenaikan sekitar 4 persen, yang menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan hingga perjalanan dinas.

Cahyo menilai, tren ini mempertegas peran kereta api sebagai transportasi massal yang efisien dalam penggunaan energi. Dengan kapasitas angkut besar dalam satu perjalanan, kereta api dinilai lebih hemat dibandingkan kendaraan pribadi.

Ia menambahkan, KAI mendukung penuh langkah pemerintah dalam mendorong efisiensi energi nasional, sekaligus berkomitmen menjaga kualitas layanan agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru