Jember, KabarJelas.com – Pelatihan pembuatan minuman empon-empon yang digelar di Hotel Luminor Jember, Rabu (29/4/2026), menjadi momentum evaluasi sekaligus dorongan agar program berbasis riset benar-benar berdampak pada ekonomi masyarakat.
Anggota DPR RI Komisi X, yang akrab disapa Bang Pur, secara terbuka menyoroti hasil pelatihan serupa yang selama ini dinilai belum mampu melahirkan usaha nyata.
“Sudah sering saya gandeng BRIN beri pelatihan inovasi, tetapi sampai sekarang tidak ada yang menetas. Saya ingin kali ini pelatihan ini bisa menghasilkan sebuah usaha yang besar,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelatihan tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus berujung pada kegiatan produktif yang bisa meningkatkan ekonomi peserta.
“Alat untuk membuat minuman empon-empon ini harganya sekitar Rp4 juta. Saya siap memfasilitasinya agar konsep menetas ini bisa diwujudkan,” tegasnya.
Related Posts:
Dalam sesi materi, tim BRIN memperkenalkan konsep minuman fungsional berbasis empon-empon yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memiliki nilai jual. Peserta dibekali pemahaman dasar mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga peluang pengembangan produk agar bisa dipasarkan secara lebih luas.
Tidak hanya pemaparan, pemateri dari BRIN juga langsung memandu praktik pembuatan minuman empon-empon. Peserta diajak melihat dan mencoba sendiri proses pengolahan, mulai dari pencampuran bahan rempah hingga menjadi minuman siap konsumsi. Suasana pelatihan pun berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengikuti setiap tahapan yang diperagakan.
Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan di Jember. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi, baik saat penyampaian materi maupun praktik langsung.
Bang Pur tidak ingin pelatihan ini berakhir sebagai rutinitas tanpa hasil. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kegiatan ini sederhana: lahirnya pelaku usaha baru dari peserta yang hadir.
Jika itu terwujud, maka pelatihan ini bukan lagi sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari tumbuhnya ekonomi baru berbasis inovasi di tengah masyarakat Jember.


















