Jember,kabarjelas.co. – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada triwulan I tahun 2026 mencapai 6,35 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang sebesar 5,96 persen maupun nasional yang mencapai 5,61 persen.
Capaian itu menempatkan Jember sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan timur Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Jember menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh percepatan realisasi anggaran daerah, penguatan sektor ketahanan pangan, stimulus bagi pelaku UMKM, serta pembangunan infrastruktur strategis.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Gatot Triyono, mengatakan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, percepatan pelaksanaan program pemerintah mampu mempercepat perputaran uang di masyarakat sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang lebih bergairah.
Meski demikian, angka pertumbuhan ekonomi tersebut memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengenai sektor mana yang paling besar berkontribusi terhadap kenaikan tersebut.
Related Posts:
Sebagai daerah dengan basis ekonomi pertanian yang kuat, sektor pertanian diperkirakan masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Jember. Apalagi pada periode yang sama, Jember tercatat sebagai salah satu daerah dengan produksi beras terbesar di Jawa Timur.
Selain sektor pertanian, aktivitas UMKM, perdagangan, jasa, dan pembangunan infrastruktur juga disebut menjadi faktor yang ikut mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Namun sejumlah indikator lain juga perlu diperhatikan untuk melihat apakah pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat secara luas. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan apabila tidak diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan angka pengangguran, maupun berkurangnya tingkat kemiskinan.
Karena itu, selain angka pertumbuhan ekonomi, publik juga menunggu data lanjutan mengenai perkembangan tingkat pengangguran, kemiskinan, daya beli masyarakat, hingga investasi yang masuk ke Kabupaten Jember.
Pertumbuhan ekonomi 6,35 persen menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama petani, pelaku UMKM, pedagang kecil, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi tulang punggung ekonomi Jember.
















