Lumajang, KabarJelas.com —
Duka menyelimuti prosesi pelantikan 631 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kawasan Wisata Selokambang, Kecamatan Sumbersuko, Selasa (17/6/2025). Saat semua wajah berseri menyambut momen bahagia itu, nama Sekar Miadiarti (34), guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMPN 1 Candipuro, justru dipanggil dalam suasana penuh air mata.
Sekar wafat sehari sebelum pelantikan, saat tengah mengandung anak ketiganya yang berusia 8 bulan. Ia tutup usia akibat komplikasi plasenta. Kabar kepergian almarhumah datang begitu tiba-tiba.
“Pagi masih sempat mengajar, tapi sore harinya mengeluh sakit perut. Lalu dibawa ke rumah sakit, dan tak lama kemudian meninggal,” tutur sang mertua, Djayeng, yang datang mewakili Sekar menerima SK PPPK.
Dengan mata sembab, Djayeng maju ke panggung pelantikan didampingi Kepala SMPN 1 Candipuro, Amin Tri Khasanah. Suasana mendadak hening ketika nama Sekar Miadiarti dipanggil. Saat SK diserahkan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, isak tangis pun pecah. Sang bupati memeluk Djayeng sambil mendoakan almarhumah.
Related Posts:
“Kami semua kehilangan. Beliau guru teladan, punya kemampuan literasi luar biasa, dan sangat dekat dengan siswa,” kenang Kepala Sekolah Amin.
Sekar telah mengabdi lebih dari 10 tahun sebagai guru honorer. Selain mengajar Bahasa Indonesia, ia juga pembina OSIS dan sering menjadi inspirator dalam kegiatan literasi sekolah.
Sebelum berpulang, Sekar telah menyiapkan baju putih yang akan dikenakannya saat pelantikan. Namun takdir berkata lain, baju itu kini tergantung sunyi di lemarinya di Dusun Candi Wetan, Candipuro.
Pelantikan PPPK Lumajang kali ini merupakan formasi tahun 2024 yang melibatkan 631 peserta: 487 guru, 60 tenaga kesehatan, dan 84 tenaga teknis. Sekar menjadi satu dari mereka yang berhasil lulus, namun tak sempat merayakan hasil perjuangannya sendiri.
Sebagai penghormatan terakhir, seluruh peserta pelantikan memberikan tepuk tangan panjang untuk mengenang perjuangan dan dedikasi Sekar — seorang guru, seorang ibu, dan pejuang pendidikan sejati.


















