Jakarta, kabarjelas.com – Anggota Komisi X DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi menyoroti kondisi para guru di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang dinilainya masih jauh dari kata layak. Ia menegaskan perlunya kebijakan khusus dari pemerintah agar guru-guru yang mengabdi di daerah terpencil mendapatkan perlindungan, insentif, dan fasilitas dasar yang memadai.
“Masalah guru di wilayah 3T bukan hanya persoalan kuantitas, tapi kualitas hidup mereka yang sangat memprihatinkan. Tanpa dukungan serius, sulit mengharapkan mereka bisa bertahan dan mengajar dengan optimal,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu, 26 Juli 2025.
Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa selama ini banyak guru yang bertugas di daerah terpencil harus menghadapi keterbatasan yang kompleks, mulai dari minimnya sarana tempat tinggal, belum adanya jaminan keamanan, hingga akses layanan kesehatan yang sangat terbatas.
Related Posts:
“Jika ingin pemerataan pendidikan tercapai, maka perhatian terhadap guru di 3T harus lebih besar. Pemerintah perlu memberikan insentif khusus, tunjangan layak, serta fasilitas dasar seperti rumah dinas dan layanan kesehatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, tenaga pendidik adalah ujung tombak keberhasilan pendidikan di wilayah mana pun, terutama di daerah dengan tantangan geografis dan sosial yang berat.
“Guru-guru ini adalah pahlawan. Tapi jangan hanya disanjung, mereka juga perlu diberi jaminan dan perlindungan konkret dari negara,” tambahnya.
Purnamasidi juga mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tidak hanya fokus pada distribusi guru, tetapi juga pada ekosistem yang mendukung keberlangsungan tugas guru di lapangan.
“Kebijakan kita selama ini terlalu sentralistik. Padahal masalah guru itu sangat lokal dan kompleks. Maka solusinya juga harus fleksibel dan berpihak,” tutupnya.
















