Lumajang,Kabarjelas.com – Banjir lahar Gunung Semeru tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak serius pada kegiatan belajar di SD Negeri Jugosari 03, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Dari total 80 siswa, sebanyak 59 anak absen, mayoritas karena tidak bisa menyeberangi jalur yang terputus akibat banjir lahar.
“Hari ini yang absen ada 59 anak, 48 di antaranya dari Sumberlangsep”, ujar Eri Eliyawati, guru SDN Jugosari 03 saat dikonfirmasi Kabarjelas.com, Rabu (10/09/2025).
Menurutnya, kondisi ini kerap berulang setiap kali kabupaten Lumajang diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Sebab, banyaknya debit air kerap membawa material vulkanik gunung hingga terjadinya banjir lahar.
“Kalau dibiarkan terlalu lama, anak-anak bisa dua sampai tiga hari tidak masuk sekolah”, tambahnya.
Bencana ini diperparah dengan longsor yang terjadi di jalur perbukitan Piket Nol, tepatnya di KM 58, Desa Sumberwuluh, Candipuro.
Material longsor berupa lumpur, batu hingga pepohonan menutup sebagian badan jalan nasional yang menghubungkan Lumajang – Malang. Mobilitas warga dan guru pun terganggu akibat bencana ini.
“Saya ngajarnya di Candipuro, Kalau sudah longsor begini ya harus menunggu sampai dibersihkan dulu”, kata Munif, guru asal Pronojiwo.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi X DPR RI, Muhamad Nur Purnamasidi, menekankan perlunya strategi penanganan bencana darurat dan mitigasi dini, atas seluruh potensi bencana.
Related Posts:
Salah satunya dengan menyiapkan personil dan alat kedaruratan di lokasi-lokasi rawan bencana.
“Sepertinya perlu diusulkan ada alat berat yang standby di lokasi-lokasi rawan bencana, agar ketika terjadi longsor atau banjir bisa cepat tertangani”, ungkap Bang Pur, sapaan akrab Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu.
Bang Pur menambahkan, jika akses pendidikan adalah bagian dari hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi. “Jika terjadi longsor seperti ini, menjelaskan jika fungsi jalan (akses) merupakan kebutuhan vital”, tambah Anggota Komisi X DPR RI itu.
Sebagaimana diketahui, kondisi geografis Kabupaten Lumajang merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang beragam mulai dari rawan banjir, longsor, hingga angin kencang. Rohmat.
“Penangananannya tidak boleh bersifat parsial, tetapi terintegrasi dengan upaya menjaga keberlangsungan pendidikan kita tetap jalan”, pungkasnya.



















