Anggota DPR RI Purnamasidi Dorong Riset Terapan untuk Kemandirian Pangan dan Perikanan di Jember

‎Jember,Kabarjelas com- – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus menjadi perhatian serius Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi, yang akrab disapa Bang Pur. Politisi asal Dapil Jember-Lumajang itu menilai bahwa riset dan inovasi tidak boleh berhenti di ruang laboratorium, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

‎Pesan itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Pakan dan Budidaya Ikan Air Tawar, hasil kerja sama antara dirinya dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan berlangsung di Hotel Fortune Grand, Jalan Karimata, Jember, pada Jumat (7/11/2025).

‎Bimtek tersebut dihadiri puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember, mulai dari pelaku usaha kecil, petani ikan, hingga masyarakat umum yang tertarik mengembangkan sektor perikanan air tawar. Suasana ruang pertemuan tampak semarak dan penuh antusiasme sejak awal acara. Peserta tampak serius menyimak setiap penjelasan dari narasumber, sekaligus aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab.

Dalam sambutannya, Bang Pur menekankan bahwa riset dan pendidikan vokasi harus diarahkan agar benar-benar berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, selama ini masih ada kesenjangan antara hasil penelitian dengan penerapan di lapangan.
‎“Riset itu bukan sekadar laporan atau data di atas kertas. Harus bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Seperti kegiatan hari ini, kita belajar membuat pakan dan membudidayakan ikan air tawar agar masyarakat bisa mandiri dan produktif,” ujar Bang Pur.

‎Ia menjelaskan, sektor perikanan air tawar memiliki potensi besar di Jember yang belum tergarap optimal. Melalui pelatihan seperti ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi ikan konsumsi, tetapi juga menciptakan pakan sendiri untuk menekan biaya produksi. “Kemandirian itu kuncinya di pengetahuan dan keterampilan. Kalau petani ikan bisa membuat pakan sendiri, biaya operasional turun, margin keuntungan naik,” katanya.

Politisi Partai Golkar itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menilai, keberadaan BRIN sebagai lembaga riset nasional memiliki peran strategis dalam memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat daerah. “Kerja sama seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana lembaga riset hadir untuk rakyat. Sinergi antara dunia pendidikan, lembaga riset, dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya ekonomi berbasis inovasi,” tambahnya.

‎Sementara itu, narasumber dari BRIN, Eka Gandara, S.Pi., M.Si., yang juga Analis Kebijakan Ahli Madya, memberikan paparan teknis disertai praktik langsung pembuatan pakan ikan. Ia menjelaskan berbagai bahan baku yang dapat digunakan dari sumber lokal yang diformulasikan sesuai kebutuhan nutrisi ikan air tawar.

Dalam sesi praktik, para peserta diajak membuat pakan secara sederhana dengan teknik pencampuran manual. Mereka juga diperkenalkan pada cara memelihara ikan agar tumbuh sehat dan cepat panen, termasuk pengaturan kolam, pemberian pakan, dan pengelolaan kualitas air.

Eka menegaskan bahwa riset dan teknologi bukan hanya milik kalangan akademisi. “BRIN ingin hasil riset kami bisa diterapkan oleh masyarakat secara langsung. Teknologi sederhana pun bisa sangat bermanfaat bila dipahami dan diterapkan dengan benar,” tuturnya.

‎Setelah sesi paparan dan praktik selesai, acara ditutup dengan diskusi interaktif serta foto bersama antara peserta, panitia, dan narasumber.

‎Di akhir kegiatan, Bang Pur menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperjuangkan program pemberdayaan berbasis riset di Komisi X DPR RI.

“Kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat desa bisa dimulai dari inovasi kecil seperti ini, asal dijalankan dengan semangat dan ilmu. Saya ingin Jember  menjadi contoh daerah yang bisa menghubungkan riset dengan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Sebarkan

Lumajang

Hukum dan Peristiwa

Terbaru