Lumajang,KabarJelas.com. Meski masa tanggap darurat dinyatakan berakhir, puluhan siswa terdampak erupsi Gunung Semeru masih tampak menjalani proses belajar mengajar di tenda darurat.
Kondisi ini terpaksa dilakukan karena bangunan SD Negeri Supiturang 02 rata dengan tanah setelah diterjang awan panas guguran pada 19 November lalu, Kamis (04/12/2025).
Sedikitnya 94 siswa dari enam kelas kini harus berbagi ruang belajar. Siswa kelas 1 hingga kelas 3 ditempatkan di tenda utama, sementara kelas 4 hingga kelas 6 belajar di tenda kedua.
Related Posts:
“Biasanya digedung lebih mudah, sebab kalau ditenda ini sering mengeluh panas dan suasana kurang kondusif karena harus berbagi dengan kelas lain dalam tenda yang sama”, ungkap Guru SD Negeri Supiturang 02, Rika Yuniawati.
Di sisi lain, Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan keberlangsungan pendidikan bagi para siswa terdampak.
“Sebagaimana pasal 31 dalam UUD 1945, pendidikan menjadi hak setiap warga negara dan pemerintah harus memastikan layanannya tetap terpenuhi”, ujarnya.
Ia pun berjanji akan terus mengawal proses pembelajaran di lokasi terdampak bencana, termasuk diantaranya dalam mengupayakan pembangunan gedung sekolahnya kelak.
Penulis : Rokhmad


















